Penjelasan Pertamina soal Demonstrasi Warga Sebelum Kebakaran Kilang Balongan

Senin, 5 April 2021 19:00 Reporter : Merdeka
Penjelasan Pertamina soal Demonstrasi Warga Sebelum Kebakaran Kilang Balongan Kilang Balongan Terbakar. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Komisi VII DPR RI mempertanyakan isu yang beredar mengenai demonstrasi warga sebelum Kilang Balongan terbakar. Pertanyaan ini disampaikan oleh anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar, Maman Abdurahman.

"Jadi apakah benar ada protes atau komplain dari masyarakat sekitar terkait tangki tersebut? Komplain kan bermacam-macam, apakah dari bau dan sebagainya dan jika benar berarti ada indikasi dari awal," kata Maman dalam RDP Komisi VII DPR RI dengan PT Pertamina (Persero) pada Senin (5/4).

Dijelaskan oleh Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono, aksi protes warga tersebut memang benar terjadi, tapi dua jam sebelum kebakaran. Menanggapi komplain tersebut, pihak Pertamina memastikan keamanan kilang diperketat dengan menutup akses jalan di dekatnya.

"Komplainnya itu sebetulnya jam 11 malam. Dari komplain itu, kita lakukan tindakan tidak boleh mendekat. Jadi kita tutup, sudah dilakukan pengamanan," jelas Djoko.

Ditambahkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, korban luka bakar dari Kilang Balongan merupakan yang melewati jalan di dekat kilang tersebut.

"Jadi tengah malam ada beberapa yang baru keluar dari rumah ibadah. Mereka melintas di situ, itu yang terkena. Tidak ada yang terkena di rumahnya," ungkap Nicke.

Kebakaran Kilang Balongan terjadi pada 29 Maret 2021, tepatnya pukul 00.57 WIB.

Kejadian kebakaran ada di empat tangki, T301 E, F, G, H di dalam satu bundwall dengan kapasitas masing-masing 26 ribu KL. Pada saat kejadian, tangki G berisi 23 ribu Pertalite, sedangkan tangki lainnya dalam kondisi kosong.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini