Penjelasan Lengkap Satgas Investasi Soal Penghentian Operasional Jouska

Sabtu, 25 Juli 2020 17:00 Reporter : Merdeka
Penjelasan Lengkap Satgas Investasi Soal Penghentian Operasional Jouska Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta penghentian kegiatan Jouska. Satgas Waspada Investasi telah menerima masukan dari berbagai pihak saat memutuskan penghentian.

Salah satunya dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mengatakan Jouska belum memiliki izin kegiatan yang didaftarkan melalui OSS (Online Single Submission). Izin yang dikantongi Jouska saat ini hanya sebagai penyedia jasa pendidikan lainnya.

"Padahal Jouska ini melakukan kegiatan financial planner atau penasihat keuangan," kata Kepala Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing, dikutip dari video resmi Satgas Waspada Investasi, Sabtu (25/7).

Kemudian, Satgas juga mendapatkan masukain dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyampaikan bahwa Jouska seharusnya mendapatkan izin sesuai dengan kegiatannya.

"Jadi tidak hanya dengan nomor induk berusaha atau NIB, tetapi harus ditindaklanjuti dengan izin-izin yang harus dimiliki sesuai dengan kegiatan usahanya," ungkap Tongam.

Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga mendapatkan masukan dari Bareskrim Polri yang menyatakan kegiatan Jouska diduga melanggar Undang-Undang (UU) Pasar Modal, UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen.

"Apa yang dilakukan Jouska dari hasil pembahasan tersebut, Jouska ini melakukan kegiatan penasihat investasi tanpa izin. Jadi kegiatan-kegiatan penasihat investasi sesuai dengan UU Pasar Modal adalah pihak yang yang memberikan nasihat kepada pihak lain yang melakukan penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbal jasa. Kegiatan ini dilakukan oleh Jouska, sehingga kegiatan ini dikategorikan kegiatan ilegal karena tidak memiliki izin kegiatan penasihat investasi sesuai dengan UU Pasar Modal," jelas dia.

Tongam mengatakan, kegiatan Jouska ini juga seharusnya mendapatkan izin agen perantara perdagangan efek dari dari OJK, karena melakukan kegiatan-kegiatan sebagai refelar.

"Dari pengaduan-pengaduan masyarakat, kegiatan-kegiatan Jouska diduga juga melakukan pengelolaan dana masyarakat. Namun demikian Jouska mengatakan mereka tidak melakukan pengelolan masyarakat. Oleh karena itu, dari pengawas pasar modal akan mendalami kegiatan-kegiatan yang diduga seperti manajer investasi," tutur dia.

Baca Selanjutnya: Sepakat Penghentian Kegiatan Operasi Jouska...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini