Penjelasan Bea Cukai soal Tudingan Sri Mulyani Bawa Brompton Tanpa Bayar Bea Masuk

Rabu, 24 Februari 2021 19:02 Reporter : Merdeka
Penjelasan Bea Cukai soal Tudingan Sri Mulyani Bawa Brompton Tanpa Bayar Bea Masuk Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi tudingan yang menyatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membawa masuk sepeda Brompton saat pulang dinas dari Amerika Serikat (AS). Dikatakan, Sri Mulyani tidak membayar bea masuk saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kemenkeu, Syarif Hidayat membenarkan jika Sri Mulyani beserta beberapa pejabat dan pegawai Kemenkeu sempat melakukan perjalanan dinas dalam rangka pertemuan investor AS dua tahun lalu.

Sri Mulyani dan rombongan berangkat dan pulang dari AS menggunakan Qatar Airways dengan kode penerbangan QR0958, DOH-CGK. Pesawat tiba di Indonesia pada 11 November 2019 pukul 07.35 WIB.

Berdasarkan penelusuran lapangan oleh petugas Bea Cukai, data penerbangan menyebutkan terdapat barang bawaan rombongan Sri Mulyani yang berupa dua buah sepeda.

"Barang tersebut bukan milik Menteri Keuangan, melainkan milik salah satu anggota rombongan yang diberitahukan sebagai barang penumpang," jelas Syarif kepada Liputan6.com, Rabu (24/2).

Syarif menerangkan, mengingat jumlah sepeda yang dibawa lebih dari satu buah atau di atas kewajaran barang pribadi penumpang, maka impor barang tersebut dikategorikan sebagai impor umum, dan penyelesaiannya diperlukan dokumen perizinan.

Karena perizinan tak terpenuhi, maka barang tersebut akhirnya ditegah. Status barang saat ini berada dalam pengawasan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Soekarno-Hatta.

"Status barang adalah barang yang dikuasai negara pada bulan September 2020. Selanjutnya ditetapkan menjadi barang milik negara pada 11 Februari 2021," kata Syarif.

Meski Syarif mengatakan, tudingan tersebut muncul karena di kardus yang diduga berisi sepeda Brompton tersebut tertulis nama Sri Mulyani.

Menanggapi hal tersebut, Syarif tak mengelak memang ada nama Sri Mulyani, namun itu ditulis oleh pihak stafnya. Sementara barang yang ada di dalamnya bukan milik sang bendahara negara.

"Di dalam box yang tertulis bu Sri Mulyani itu isinya juga hanya 1 roda sepeda dan bukan barang larangan. Punya staf yang ikut dalam rombongan beliau," tukas Syarif.

Baca Selanjutnya: Tudingan Aktivis Pro Demokrasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini