Peningkatan Akses Sanitasi dan Air Minum Belum Dibarengi Standar Kualitas

Rabu, 25 Mei 2022 13:02 Reporter : Merdeka
Peningkatan Akses Sanitasi dan Air Minum Belum Dibarengi Standar Kualitas Menteri PPN Suharso Monoarfa. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mencatat, dalam satu dekade terakhir Indonesia mencatat peningkatan akses sanitasi dan air minum di masyarakat. Di mana akses sanitasi di Indonesia meningkat dari 55 persen di 2010 menjadi 80 persen di 2021.

Kemudian, praktik Buang Air Besar (BAB) sembarangan di lahan terbuka mengalami penurunan dari 19 persen di 2010 menjadi 5 persen di 2021. Serta peningkatan akses air minum layak meningkat dari 66 persen di 2010 menjadi 91 persen di 2021.

"Dengan laju peningkatan ini indonesia masih berada pada jalur untuk mencapai target pembangunan jangka menengah nasional. Tetapi dengan peningkatan itu secara kualitatif tak diikuti dengan standar kualitasnya," katanya dalam pembukaan Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2022, Rabu (25/5).

Dia mengacu pada data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021 lalu. Suharso menyampaikan, dari 80 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak, hanya 7 persen rumah tangga yang memiliki akses layak dan aman.

"Dan dari 91 persen rumah tangga yang memiliki akses air minum layak, ini ketersediaan layak hanya 12 persen ayng dinilai aman, dan 19 persen yang memiliki air minum jaringan perpipaan," terangnya.

Untuk itu, Suharso meminta pemerintah daerah meningkatkan perhatiannya guna memberikan akses kepada masyarakat. Alasannya, kepala daerah memiliki peran sentra dalam menjalankan tugas tersebut.

Menurutnya, akses sanitasi yang aman berarti tak adanya limbah domestik yang dihasilkan tak boleh menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Utamanya mengganggu ketersediaan air minum.

"Kepada bupati dan walikota, dalam hal penyediaan air minum itu, utamanya di kota-kota deengan PDAM memang sebuah tantangan besar dan perlu penyelesaian yang terintegrasi sedemikian rupa. Saya kira ini program besar buat kita semua," paparnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pemerintah Ingatkan Pemda Jamin Ketersediaan Air Minum dan Sanitasi
Sosialisasi Dampak BAB Sembarangan, Dinkes Harap Warga Cilincing Bikin Septic Tank
Diare Jadi Penyakit Terbanyak Cilincing Akibat Warga Buang Air Besar Sembarangan
Duh, Ratusan Ribu Kepala Keluarga di Jakarta Masih Buang Air Sembarangan
Tekan Stunting, Wapres Ma'ruf Dorong Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini