Pengusaha UKM Didorong Melek Digital Guna Genjot Daya Saing

Kamis, 25 April 2019 16:17 Reporter : Merdeka
Pengusaha UKM Didorong Melek Digital Guna Genjot Daya Saing Pengrajin UKM bedug di Malang. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pemerintah dan pelaku usaha terus mendorong agar sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mau bertransformasi secara digital untuk meningkatkan daya saing di masa mendatang. Sebab, berdasarkan data dari CISCO APAC SMB Digital Maturity Index pada 2019, Indonesia menjadi negara yang masih menduduki peringkat dua terakhir dari 14 negara Asia Pasifik terkait kesiapannya dalam transformasi digital.

CEO Mekari, Suwandi Soh, menuturkan pelaku UKM memang harus tanggap dalam menghadapi perubahan tren yang sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi. Menurutnya, adopsi teknologi digital yang maksimum dapat mendorong UKM untuk berinovasi dalam menghadirkan produk dan layanan baru hingga meningkatan produtivitas proses bisnis.

Ini tentunya menjadikan transformasi digital pada bisnis UKM semakin krusial dan patut untuk diperhatikan. Terlebih lagi, dia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat yang semakin mengarah ke digitalisasi.

"Kami percaya bahwa setiap bisnis UKM memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh. Namun, di era digital saat ini maupun masa depan, literasi dan tingkat adopsi teknologi yang akan menjadi penentu seberapa jauh bisnis dapat melangkah," urainya dalam acara Powering Indonesia SMEs with Technology di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (25/4).

"Hanya saja, hasil studi menunjukkan UKM Indonesia masih relatif tertinggal dan belum siap untuk go digital. Karena itu, kami berusaha menyuarakan pentingnya memulai transformasi digital, karena melihat bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan daya saing UKM Indonesia," imbuh dia.

Senior Vice President Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri, Muhamad Gumilang M mengatakan, perkembangan teknologi informasi saat ini, yang kemudian diikuti proses digitalisasi dan otomasi dalam berbagai aspek kehidupan sebagai sebuah peluang bagi dunia usaha.

"Untuk itu, Bank Mandiri melihat keberadaan Mekari Conference ini sangat positif untuk meningkatkan pemahaman pelaku UKM," ungkapnya.

Dia juga membeberkan, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 27.000 nasabah UKM dengan nilai mencapai Rp 55 triliun.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini