Pengusaha Rapat Besar Bahas Produktivitas dan Daya Saing Pertanian

Selasa, 5 November 2019 10:35 Reporter : Merdeka
Pengusaha Rapat Besar Bahas Produktivitas dan Daya Saing Pertanian Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani. ©2019 Liputan6.com/Athika Rahma

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia menggelar rapat bertema Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan. Rapat ini merumuskan rekomendasi kepada pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian nasional.

Hingga saat ini, ketahanan pangan masih menjadi isu yang jadi perhatian pemerintah. Ada banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional, begitu pula dengan industri pertanian.

"Ketahanan pangan ini hal yang mutlak. Pertumbuhan masyarakat yang tinggi harus diimbangi dengan pemikiran tentang pangan. Kita harus bisa mengadaptasi teknologi dengan baik agar ketahanan terjalin dengan baik," ujar Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani di Jakarta, Selasa (05/11).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky Widjaja menyatakan, tahun 2045 jumlah populasi Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa, sehingga diperlukan produksi pangan yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan masyarakat tersebut.

"Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional," ujar Franky.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan P Adoe menekankan pentingnya investasi di subsektor pangan. Pada periode sebelumnya, subsektor pangan menjadi salah satu kontributor utama investasi terutama dalam penanaman modal dalam negeri (PMDN).

"Kita ingin investasi di sektor pangan terus tumbuh, tentu perlu didorong dengan kebijakan fiskal dan insentif yang baik," ujar Juan.

Untuk mendukung hal itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan pemerintah siap menjalankan regulasi terkait.

"Kami siap menjalankan rekomendasi dan regulasi untuk meningkatkan sektor pertanian yang selama ini berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB)," ungkapnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini