Pengusaha ritel raksasa muslim larang penjualan produk Donald Trump

Kamis, 10 Desember 2015 12:05 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Pengusaha ritel raksasa muslim larang penjualan produk Donald Trump Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©2015 AFP PHOTO

Merdeka.com - Lifestyle, perusahaan ritel raksasa di Timur Tengah, melarang produk Donald Trump usai bakal calon presiden Amerika Serikat itu akan menutup Amerika dari penduduk muslim. Lifestyle bakal 'membuang' produk Trump dari 195 gerainya di Timur Tengah, Afrika Utara, Pakistan, dan Tanzania.

"Terkait pernyataan kandidat presiden Amerika itu (Donald Trump) di media AS, maka kami akan menghentikan penjualan semua produk dekorasi rumah milik Trump," ujar CEO Lifestyle, Sachin Mundhwa, seperti dilansir dari CNN Money, Kamis (10/12).

Pihak Trump belum bersedia memberikan komentarnya sejauh ini.

Sebelumnya, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, membela diri dari serangan berbagai pihak terkait idenya melarang muslim masuk ke wilayah AS. Dia berdalih, gagasan itu hanya meniru apa yang pernah dilakukan pemerintah Negeri Paman Sam pada Perang Dunia ke-II.

Trump berkaca pada peristiwa penyerangan Pangkalan Pearl Harbour oleh militer Jepang pada 7 Desember 1941. Selang beberapa hari seusai insiden itu, Pemerintah AS menahan semua orang Jepang yang berada di wilayahnya. Begitu pula warga Jerman ataupun Italia yang menjadi musuh sekutu. Lebih dari 110 ribu orang ditahan.

"Apa yang saya usulkan tidak berbeda dari kebijakan Presiden Franklin Delano Roosevert pada masa itu," kata Trump, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Rabu (9/12).

Trump melontarkan ide melarang muslim, baik mahasiswa, wisatawan, sampai pebisnis, masuk ke AS merespon penembakan massal di California. Peristiwa menewaskan 14 orang pekan lalu pelakunya adalah suami-istri imigran muslim dari Pakistan, Syed Farook (28) dan Tashfeen Malik (29). FBI mengatakan penembakan ini dilandasi motif teror. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini