Pengusaha Pasok Minyak Goreng ke Timur Indonesia Dapat Tambahan Kuota Ekspor

Selasa, 28 Juni 2022 17:14 Reporter : Merdeka
Pengusaha Pasok Minyak Goreng ke Timur Indonesia Dapat Tambahan Kuota Ekspor Minyak goreng. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah akan memberikan insentif tambahan bagi pengusaha minyak goreng curah yang melakukan distribusi ke wilayah timur Indonesia. Tujuannya untuk penyaluran yang merata di seluruh wilayah NKRI.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menyebut insentif itu berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng. Mengingat, produsen minyak goreng masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.

"Dari pengalaman sebelumnya ada beberpa daerah produsen minyak goreng ini terkonsentrasi di Indonesia bagian barat, sebagian di Kalimantan, dan Sulawesi pun sedikit. Sehingga ada daerah yang sampai saat ini masih minimal sekali penyalurannya," katanya dalam konferensi pers, Selasa (28/6).

Insentif ini diatur dalam tabel matriks regionalisasi yang sudah ditetapkan. Setidaknya ada 12 daerah distribusi yang akan mendapatkan insentif berupa penambahan kuota ekspor. Di antaranya, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Gorontali, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kemudian, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Oke Nurwan menyebut, pendistribusian ini akan mendapat tambahan dengan hitungan indeks. Angkanya bervariatif, mulai dari 1,10 sampai 1,35.

"Maksud angka matriks regionalisasi ini adanya penyesuaian, jadi kalau DMO nya ke satu daerah, misalnta ke Papua, kalau dia menyalurkan 1.000 ton, diitungnya 1.350 ton," terang dia.

Sehingga nantinya, produsen yang melakukan distribusi itu bisa mengklaim ekspor 5 kali dari angka penyaluran. Ini mengacu pada aturan yang berlaku saat ini untuk ekspor bahan baku minyak goreng.

2 dari 3 halaman

Jadi Penyemangat

Oke menyampaikan, insentif ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi para produsen. Sehingga, penyaluran bisa merata ke seluruh wilayah Indonesia.

"Angka indeks tersebut jadi penyemangat bagi produsen untuk memasok ke daerah yang disinyalir pasokannya masih kurang," ungkapnya.

Mengacu pengalaman sebelumnya, jika diserahkan ke mekanisme natural, produsen cenderung memilih menyalurkan ke daerah-daerah yang mudah di jangkau. Dengan begitu, penyaluran minyak goreng menjadi tak merata.

"Karena dari pengalaman kemarin kalau diserahkan natural mereka lebih memilih daerah yang wilayahnya terjangkau oleh mereka. Sehingga ada kebutuhan daerah tertentu yang belum terpasok. Sehingga kita berikan angka semangat bagi penyalur DMO," paparnya.

3 dari 3 halaman

Atur Penyaluran Minyak Goreng Curah

Terkait penyaluran minyak goreng curah, pemerintah menerapkan syarat pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi PeduliLindungi. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut tujuannya untuk memastikan ketersediaan minyak goreng curah bagi pedagang. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan menyebut, tujuannya untuk penyaluran yang tepat sasaran. Penggunaan PeduliLindungi disebut untuk memudahkan konsumen. 

"Jadi gini pada prinsip nya semua sudah terdaftar KTP ini lebih diarahkan untuk tepat sasaran, karena dari pengalaman kemarin kita enggak atur pake KTP itu yang membeli itu dan ada pembatasan kan, nah kemarin enggak ada pembatasan hilang di jalan," kata Oke, ditulis Senin (27/6). 

Dengan syarat ini, diharapkan mampu mengurangi bocornya distribusi minyak goreng curah. Dia berkaca pada sistem penyaluran yang sebelumnya diterapkan. 

"Jadi sekarang kita pastikan tujuan nya adalah para pedagang mendapatkan barang, kalau kemarin kan pedagang ngga dapat barang, barang nya ilang di jalan, karena memang tidak dibatasi pembelian nya, satu tangki bisa belok kemana mana," kata dia. 

 

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Mendag Zulhas akan Buka Kuota Ekspor Minyak Goreng, Ini Syaratnya
Puan Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi
DPR Awasi Kebijakan Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi PeduliLindungi dan NIK
Kata Masyarakat soal Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Begini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Peduli Lindungi
Mendag: Saya Sudah ke Pasar Satu per Satu, Banyak Minyak Goreng Curah Rp 14.000
Mendag Zulhas Minta Produsen Minyak Beli Sawit Rakyat Rp1.600 per Kg

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini