Pengusaha Keluhkan Persaingan Tak Sehat di Industri Besi Baja

Jumat, 9 November 2018 14:57 Reporter : Merdeka
Pengusaha Keluhkan Persaingan Tak Sehat di Industri Besi Baja baja. shutterstock

Merdeka.com - Ketua The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengeluhkan industri besi baja dalam negeri kerap kalah dalam persaingan dengan impor, penyebabnya adalah kecurangan sehingga dari sisi harga barang impor yang lebih murah.

Dia mengatakan, kualitas baja lokal dan impor tidak ada bedanya karena sudah ada standar yang telah ditetapkan. Namun biasanya besi baja impor berani memberi harga jauh lebih rendah, tetapi melakukan kecurangan dengan mengurangi kualitas besi baja.

"Tidak beda karena pakai standar harga baja dunia. Cuma yang nakal itu bermain di bea dan rebate. Bisa murah 20-30 persen tapi caranya curang," kata Silmy, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (9/11).

Silmy mengungkapkan, biasaanya besi baja yang melakukan kecurangan memberikan HS Code yang tidak sesuai, sehingga bebas bea dan berani menjual besi baja jauh lebih murah dari harga pesaing.

"Di sana (produk impor) ngakalin, pura puranya baja stainless padahal itu hanya kelabui untuk tidak kena bea, ini baja secara umum bukan untuk industri hulu saja. Ini sudah kriminal karena mereka itu di depan mata kita melakukan pengelabuan importase dengan kelabui dengan HS number," paparnya.

Silmy pun khawatir, jika pemerintah tidak segera turun tangan mengatasi masalah tersebut, maka industri besi baja dalamnegeri akan kalah bersaing dan berujung pada kematian industri besi baja dalam negeri.

"Ini kan tidak fair, industri baja tahun depan kalau tidak ada langkah konkrit itu akan banyak yang tumbang. Di hilir baja saat ini banyak sekali yang sudah tidak produksi karena impor masuk secara deras," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini