Pengusaha: Daging beku akhiri masalah kenaikan harga jelang Lebaran

Senin, 19 Juni 2017 13:42 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ilustrasi daging beku. ©21food.com

Merdeka.com - Konsumsi daging beku di Tanah Air saat ini meningkat hingga 35 persen sejak pemerintah menetapkan harga daging beku sebesar Rp 80.000 per kilogram. Data Kementerian Perdagangan mencatat, kebutuhan daging nasional selama bulan puasa berkisar 47 ribu hingga 50 ribu ton per bulan.

Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara (Kibif), Wiryo Subagyo menyambut positif langkah konkret pemerintah yang mendorong kalangan dunia usaha menjual daging sapi beku yang sehat dan halal. Ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri tahun 2017.

"Daging sapi merupakan komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri. Konsumsi daging beku yang halal sangat efektif karena terjamin kualitasnya," katanya di Jakarta, Senin (19/6).

Wiryo mengaku punya strategi penjualan sendiri yang memudahkan masyarakat mendapat daging beku. Pihaknya menjual daging sapi beku di arena Car Free Day, Thamrin, Jakarta. "Ini menjadi salah satu terobosan yang ditempuh Kibif untuk mengakhiri polemik tentang tingginya harga daging di pasaran."

Program penjualan di arena Car Free Day menurutnya sangat tepat sasaran, masyarakat bebas memilih varian daging yang diinginkan. "Ada yang sekali membeli hingga 5 kg."

Kibif sebagai industri pengolahan daging, kata Wiryo, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik selama maupun sesudah bulan puasa, khususnya terkait hari-hari besar keagamaan nasional seperti Idul Adha. Pada beberapa hari lalu, Kibif mendatangkan daging beku dari Australia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri mendatang.

"Daging beku yang baru tiba segera didistribusikan ke pasaran untuk menjaga stok daging nasional dan harga tetap stabil," katanya.

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang mengapresiasi kebijakan pemerintah menambah stok daging sapi impor menjelang Idul Fitri. "Pemerintah bertindak cepat dengan melibatkan kalangan dunia usaha, sehingga stabilitas harga dan pasokan daging terjaga. Potensi kenaikan harga harus ditekan," kata Sarman.

Menurut Sarman, selama bulan Ramadan, permintaan daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi naik menjadi 165 ton per hari atau setara 700 ekor sapi.

Data prognosa Kementerian Pertanian menyatakan, ketersediaan sapi lokal siap potong hingga Juni 2017 sebanyak 356.620 ekor atau setara 62.400 ton daging.

"Kami mengajak masyarakat membeli daging impor dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kualitas daging impor dan fresh sama, tidak ada bedanya." [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.