Pengusaha bongkar cara curang eksportir baja hindari bayar bea masuk

Senin, 25 Juni 2018 15:14 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pengusaha bongkar cara curang eksportir baja hindari bayar bea masuk

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia atau The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, membeberkan modus yang kerap dilakukan para pengusaha baja luar negeri agar dapat lolos dari keharusan membayar bea masuk ke negara tujuan ekspor.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengganti nomor Harmonized System atau biasa disebut HS.

"Yang dilakukan oleh para pemain dari luar negeri adalah dengan mengalihkan kode HS sehingga menjadi bukan carbon steel tetapi alloy steel," katanya ketika ditemui, di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (25/6).

Perubahan kode HS ini berdampak pada kewajiban membayar bea masuk. Jika baja masuk sebagai baja karbon (carbon steel) maka bea masuk sebesar 15 persen. Kalau dalam bentuk alloy carbon maka bea masuk adalah 0 persen.

"Ketentuan yang berlaku di indonesia, kalau impor alloy steel maka dia dibebaskan bea masuk. Persoalannya, kalau mereka masuk biasa, carbon steel mereka akan kena 15 persen," kata dia.

Direktur Utama PT Krakatau Steel ini pun menjelaskan, tindakan mengubah nomor HS ini sangat merugikan. Selain menggerus potensi pendapatan negara, praktik ini juga menyerang industri baja di negara yang menjadi tujuan ekspor (negara yang melakukan impor).

"Artinya dengan mengubah HS number maka banyak negara di dunia ini yang dirugikan karena potensi dia mendapat bea masuk hilang. Jadi isunya sebenarnya pendapatan negara yang hilang dan isu bagi industri domestik," jelasnya.

"Hal ini membuat 4 perusahaan baja besar di Amerika tutup, di Eropa sudah puluhan, di India ada 5, dampak dari praktik pengalihan HS number ini sudah mewabah. Inilah yang menjadi concern dunia, dan tentu kita tidak ingin penutupan pabrik terjadi di asean," tegasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. Industri Baja
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini