Pengusaha Besar Merasa Dianaktirikan di Tengah Pandemi

Kamis, 22 Juli 2021 18:15 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pengusaha Besar Merasa Dianaktirikan di Tengah Pandemi Ilustrasi mall. ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey merasa seperti anak tiri yang tak diperhatikan pemerintah selama pandemi Covid-19 berlangsung. Banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada korporasi karena dianggap memiliki kekuatan cadangan dana besar sehingga tidak menjadi perhatian khusus pemerintah.

Roy menilai selama ini kebijakan pemerintah hanya memikirkan sektor perdagangan masyarakat kecil saja, tanpa memerhatikan pengusaha korporasi.

"Kita tidak mempermasalahkan mereka (SME tradisional) karena memang harus dibantu, tapi yang besar juga harus dibantu," kata Roy dalam diskusi bersama media, Jakarta, Kamis (22/7).

Seharusnya, kata Roy, pemerintah juga memberikan perhatian kepada korporasi. Sebab, bila dibiarkan berjuang sendirian, korporasi bisa bangkrut dan tutup. Investor pun bisa angkat kaki.

"Kalau korporasi besar tidak dibantu ketika bangkrut, tutup dan dipailitkan, investor hengkang," kata dia.

Baca Selanjutnya: PHK Massal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini