Pengusaha beberkan campur tangan mafia di balik UU Minerba

Selasa, 9 September 2014 12:21 Reporter : Idris Rusadi Putra
Batu bara. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia, Poltak Sitanggang membenarkan soal keberadaan mafia migas di Indonesia. Dia mengaku muak lantaran mafia migas sudah merajalela dan menekan pemerintah. Salah satunya di bidang mineral dan batu bara.

Poltak yang juga ketua komite tetap mineral Kadin menceritakan, awal pembuatan UU No 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batu bara. Pembuatan beleid ini disebut berdasarkan desakan industri baja Eropa yang tidak bisa bersaing dengan China. Sedangkan China mendapat bahan baku dari Indonesia.

"Mereka (Eropa) awalnya bertemu dengan saya untuk mendukung mereka. Tapi saya bilang no way. Akhirnya mereka ke Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian," ucap Poltak dalam diskusi di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (9/9).

Poltak mengaku gerah dan tidak suka dengan penerapan UU Minerba. Ketika pengesahan UU, dia juga melakukan somasi namun kalah di pengadilan. "Saya somasi dan saya kalah. Kepentingan Eropa di industri baja," tegasnya.

Dari pengalamannya itu, Poltak menyebut permainan mafia migas sudah masuk ke lingkaran petinggi negara. Peran mafia migas semakin terlihat ketika UU Minerba resmi diterapkan. Menurut Poltak, dalam UU Minerba tidak ada pelarangan ekspor konsentrat mentah, tapi hanya pengendalian.

"Tapi karena mafia migas akhirnya dikeluarkan Permen I dan PP I yang melarang ekspor konsentrat mentah. Tapi, ketika itu juga dan negara kesulitan, mereka suruh Freeport MoU dan dengan syarat bisa ekspor. Ini kan melanggar juga," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.