Pengembangan Keterampilan Digital Beri Kontribusi Rp4.434 Triliun ke PDB di 2030

Rabu, 15 September 2021 21:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pengembangan Keterampilan Digital Beri Kontribusi Rp4.434 Triliun ke PDB di 2030 Menko Airlangga. ©2020 Foto: Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang dalam kurun waktu 15 tahun ke depan. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB Indonesia di tahun 2030. Pemanfaatan talenta digital inilah yang akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kompetitif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter. Dia juga mengharapkan agar generasi muda ini tidak lagi berorientasi sebagai pencari kerja, sebaliknya harus bisa membuka lapangan pekerjaan.

"Prasyarat utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini, yang diharapkan dapat memanfaatkan talenta digitalnya sehingga tidak hanya berperan sebagai job seeker, namun dapat juga menjadi job creator," kata Airlangga saat memberikan kuliah umum di acara Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tanggerang Selatan, Banten, Rabu (15/9).

Generasi muda yang berkualitas tinggi memiliki peran penting sebagai game changer guna mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan transformasi ekonomi juga dilakukan untuk mendorong aktivitas kewirausahaan.

"Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa termotivasi karena sekarang kesempatannya terbuka sangat luas dan Indonesia adalah digital market yang paling besar di ASEAN," kata dia.

Saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 3,47 persen yang didominasi oleh pelaku usaha di usia 25-34 tahun. Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan.

Untuk itu, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. Sehingga perguruan tinggi bisa memberikan kontribusi pada inkubator bisnis baru dengan menghasilkan wirausahawan baru yang berkualitas.

"Saya juga berharap perguruan tinggi dapat berkontribusi menjadi inkubator bisnis baru yang mampu mencetak wirausahawan baru yang berkualitas," lanjut Airlangga.

Baca Selanjutnya: Literasi Digital...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini