Pengembangan Bandara Syamsudin Noor molor 1,5 tahun karena lahan

Reporter : Idris Rusadi Putra | Kamis, 16 Mei 2013 09:31
Pengembangan Bandara Syamsudin Noor molor 1,5 tahun karena lahan

Merdeka.com - Pengembangan bandara di Banjarmasin hingga saat ini masih terkendala dan belum bisa dikerjakan. Pihak Angkasa Pura (AP I) sebagai pengelola mengatakan rencana tersebut telah molor 1,5 tahun karena pembebasan lahan yang bermasalah.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan hingga saat ini pembebasan lahan baru mencapai sekitar 60 persen atau 64 hektar dari 100 hektar yang direncanakan. Padahal menurut Tommy, dalam pembebasan lahan pihaknya membeli tanah warga jauh lebih mahal dari harga pasaran."Satu setengah tahun tertunda-tunda, kita sudah kasih harga bagus yaitu Rp 250.000 per meter, standarnya Rp 100.000," ucap Tommy ketika ditemui di Graha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/5).

Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin sangat berpotensi dan sekarang tidak bisa lagi menampung jumlah penumpang. Kapasitas bandara saat ini kurang dari 1 juta penumpang per tahun sedangkan jumlah penumpang yang memadati mencapai 4 juta per tahun. Untuk pembebasan lahan ini, pihak AP I telah mengeluarkan dana sekitar Rp 200 miliar.

"Banjarmasin kita semua sudah semua siap, tinggal pembebasan tanah yang menjadi problem. Bandara itu sangat strategis. Kalau selesai pengembangan bandara nanti bisa 5-6 juta penumpang per tahun," jelasnya.

Tommy sangat meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih mendorong masyarakat untuk mau membebaskan lahan mereka. Tommy telah menyediakan dana sekitar Rp 1,2 triliun untuk pengembangan bandara ini.

"Pembangunan kita sudah siapkan Rp 1,2 triliun untuk terminal, appron dan sebagainya. Pemda perlu lebih keras lagi dorongannya karena ini untuk daerah mereka juga," tutupnya.

[bmo]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Angkasa Pura I# Bandara

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE