Pengelolaan Bandara Kualanamu oleh India Dinilai Tak Tepat, ini Alasannya

Jumat, 26 November 2021 13:38 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pengelolaan Bandara Kualanamu oleh India Dinilai Tak Tepat, ini Alasannya Pengganti Bandar Udara Polonia, Ini 4 Fakta Menarik Bandara Kualanamu Medan. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan asal India GMR Airports terpilih sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengembangan dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar USD6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Pengamat BUMN, Herry Gunawan menilai, kerja sama tersebut tidak tepat dilakukan. Sebab jika alasannya supaya memiliki standar internasional, AP II lebih pengalaman dengan bandara internasional seperti Soekarno-Hatta.

"Ini yang jadi pertanyaan. Jangan-jangan AP II sedang mengalami masalah keuangan serius yang tidak terungkap," kata Herry kepada merdeka.com, Jumat (26/11).

Karena itu, menurutnya kerja sama itu menjadi tidak penting. Lain halnya kalau memang AP II punya masalah keuangan serius atau sudah tidak mampu mengemban amanat pemerintah di Kualanamu.

Seperti diketahui, dalam kerja sama itu sebanyak 49 persen kepemilikan saham akan jadi milik konsorsium India-Prancis. Sementara anak perusahaan AP II menguasai 51 persen.

Dengan komposisi tersebut sangat mungkin, walaupun tidak mayoritas, mereka akan kuasai kebijakan pengelolaan, termasuk pemanfaatan ruang di bandara. "Karena itu, privilege pemerintah di Bandara Kualanamu kemungkinan akan berakhir," pungkas dia.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Daya Saing Bandara

saing bandara

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, bahwa kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerjasama ini akan sepenuhnya dimiliki 100 persen oleh AP II.

"Keberhasilan dalam kerjasama ini menjadi signaling positif untuk iklim investasi indonesia khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerjasama ini, dapat membuka jalan bagi Foreign Direct Investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia," ujar Tiko sapaan akrabnya.

Dalam mencari mitra strategis ini AP II menggelar tender secara profesional serta transparan yang diikuti berbagai perusahaan global. Setelah melewati rangkaian proses tender, ditetapkan GMR Airports Consortium sebagai pemenang tender.

Penetapan pemenang tender ini juga melalui proses evaluasi oleh tim juri yang berasal dari pakar industri penerbangan, praktisi, akademisi, dan AP II, serta didampingi oleh notaris dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

[bim]

Baca juga:
Bandara Indonesia Dilirik Dunia
Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India, Apa Keuntungan untuk Indonesia?
Taxiway Bandara Samarinda Bermasalah Lagi, Citilink Sempat Stuck 5 Menit
Bandara Mentawai Baru Senilai Rp 547 M Target Selesai Dibangun Agustus 2022
Menhub Budi: Keselamatan di Bandara Halim Perdanakusuma Mengkhawatirkan
Cara Terbebas Cek Kartu Identitas dan Boarding Pass di Bandara Soekarno-Hatta
Bakal direvitalisasi, Bandara Halim Perdanakusuma Saat Ini Masih Beroperasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini