Pengelola Bandara Solo Bantah Tiket Pesawat Mahal Buat Penumpang Turun 26 Persen

Rabu, 23 Januari 2019 14:43 Reporter : Arie Sunaryo
Pengelola Bandara Solo Bantah Tiket Pesawat Mahal Buat Penumpang Turun 26 Persen Ilustrasi tiket pesawat. ©Shutterstock.com/RAGMA IMAGES

Merdeka.com - Kenaikan harga tiket pesawat belum berdampak besar terhadap jumlah penumpang di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah. Namun demikian, penumpang mengalami penurunan sebesar 26 persen sejak awal tahun karena low season dan beroperasinya jalan tol Trans Jawa.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman mengatakan, penyebab lain adalah jarak antara libur anak sekolah dengan libur Natal dan Tahun Baru yang jauh banget.

"Kira-kira seminggu yang lalu saya sudah monitor, masih kemungkinan ya, turun sampai 26 persen. Penyebabnya satu, jalan tol, kedua jarak antara libur anak sekolah dengan libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) itu jauh banget. Jadi ibaratnya bisa dicicil lah," ujarnya saat ditemui merdeka.com di Bandara Adi Soemarmo, Rabu (23/1).

Dengan beroperasinya jalan tol tersebut, lanjut Usman, jarak tempuh kota-kota seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya menjadi lebih singkat. Sehingga sebagian masyarakat lebih memilih moda transportasi darat, dibanding udara yang terbukti lebih mahal.

"Surabaya-Solo cuma 2,5 jam, Solo-Semarang 45 menit. Saya masih berpikiran, karena mungkin masih gratis ya. Nanti kalau berbayar, masyarakat sudah mulai mikir untuk naik pesawat lagi," katanya.

Pendapat senada juga disampaikan District Manager Sriwijaya Air Solo, Taufik Sabar. Menurut dia, keberadaan jalan tol sudah mulai dirasakan dampaknya. Bahkan dari evaluasi yang dilakukan, penurunan load factor Sriwijaya Air berkisar 10 persen dibanding kondisi sebelumnya.

"Karena kondisi itu, mulai saat ini kita akan menghentikan penambahan rute penerbangan untuk rute di Pulau Jawa," jelasnya.

Isu mengenai mahalnya harga tiket pesawat masih terus berlanjut. Terlebih lagi, pengenaan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan akhirnya memunculkan dugaan adanya persekongkolan atau kartel antar maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat terbang.

[idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini