Pengamat: Pemerintah bunuh diri umbar dana bombastis di tax haven

Sabtu, 9 April 2016 17:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Pengamat: Pemerintah bunuh diri umbar dana bombastis di tax haven Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui dana-dana warga RI yang ada di luar negeri lebih dari Rp 11.400 triliun. Angka tersebut berasal dari akumulasi atau perhitungan harta kekayaan pengusaha-pengusaha kaya Indonesia yang sudah memarkir uangnya di luar negeri sejak 1970.

Sayangnya, pengakuan besaran dana pengusaha dan perusahaan RI di negara surga pajak (tax haven) tersebut justru menjadi langkah bunuh diri untuk pemerintah. Sebab, saat ini, pemerintah dinilai lamban dalam menggenjot penerimaan pajak, padahal sudah mengetahui banyaknya dana yang dititipkan di luar negeri.

"Menteri (Menkeu) terlalu bombastis bilang ada dana di tax haven Rp 11.000 triliun. Itu menurut saya bunuh diri karena kalau dia bilang sebesar itu artinya kan punya data dan besar. Kenapa tidak dari dulu lakukan penegakan hukum saja dan harus tax amnesty (pengampunan pajak) sekarang," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation (CITA) Yustinus Prastowo di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (9/4).

Dia menambahkan, dengan dana sebesar itu, pemerintah tidak akan bisa menarik dana secara keseluruhan ke dalam negeri, sehingga pajak yang diterima oleh pemerintah tidak akan terlalu besar. Seperti Italia yang hanya mampu menarik 20 persen dana para pengusaha asal negara mereka dari tax haven.

"Katakanlah kita ada Rp 11.000 triliun, kalau pulang cuma Rp 1.000 triliun atau 10 persen, dia kan gagal. Saya tidak yakin dana luar negeri akan balik sebanyak itu, paling Rp 500 triliun. Itu juga sudah bagus," imbuhnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini