Pengalaman Krisis 1998 & 2008 Buat Perbankan Lebih Sigap Hadapi Covid-19

Jumat, 15 Mei 2020 15:56 Reporter : Merdeka
Pengalaman Krisis 1998 & 2008 Buat Perbankan Lebih Sigap Hadapi Covid-19 ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Krisis yang tengah melanda dunia akibat wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19 memberi pembelajaran tersendiri ke industri perbankan Tanah Air. Indonesia sendiri setidaknya telah mengalami 2 kali krisis sebelum ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Sunarso dalam webinar 'Menjaga Industri Perbankan di Tengah Pandemi Covid-19 Melalui Kebijakan Relaksasi Kredit & Subsidi Bunga', Jumat (15/5).

"Krisis sekarang ini adalah krisis yang terjadi di seluruh dunia secara global, baik dari korporat sampai ke UMKM. Kalau dua krisis sebelumnya, terus terang saja mungkin segmen-segmen yang dekat dengan risiko global itu gampang terekspose," katanya.

Sementara untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah, saat itu potensi terdampak relatif jauh, butuh transmisi lama untuk sampai berdampak pada segmen UMKM.

Namun demikian, krisis yang pernah menyerang Indonesia, membuat risk management perbankan, OJK, Bank Sentral, dan pihak terkait lainnya menjadi lebih baik, lebih siap dan sigap.

"Hal tersebut dapat dilihat dari Capital Adequancy Ratio (CAR) perbankan yang masih 23 persen, dengan Non Performing Loan (NPL) masih di kisaran 2,77 persen," urainya.

Baca Selanjutnya: Kondisi saat Krisis 1998...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini