Penerima BPNT di 2020 Turut Dapat Ayam, Ikan Hingga Buah-buahan

Selasa, 17 Desember 2019 13:18 Reporter : Anggun P. Situmorang
Penerima BPNT di 2020 Turut Dapat Ayam, Ikan Hingga Buah-buahan Jokowi salurkan pkh dan bpnt di bogor. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, mengatakan pemerintah akan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp150.000 per kepala keluarga dari sebelumnya Rp110.000 per kepala keluarga. Pemerintah juga menambah cakupan komoditas yang bisa dibeli antara lain ayam, daging, buah-buahan, kacang-kacangan dan ikan.

"Kami tuangkan dalam bentuk lebih teknis ada peningkatan BPNT dari Rp110.000 menjadi Rp150.000. Beli yang direkomendasikan tambahan berupa ikan, daging, ayam dan kacang-kacangan. Kami akan buatkan Permennya untuk komplimen beras dan telur yang sudah diatur," ujarnya di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (17/12).

Penyaluran bantuan sosial tersebut akan dilakukan pada Januari mendatang. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh penerima sebanyak 15,6 juta keluarga miskin menerima bantuan dari pemerintah.

"Pencairan BPNT dan PKH di Januari. Khususnya di Papua dan Papua Barat akan kami jalankan seperti ini, tidak akan terlalu rinci. Karena kita paham di sana ada berbagai kendala penyaluran. Jadi ada treatmen berbeda yang lebih longgar," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Naik Menjadi Rp150.000 per KK, Program Kartu Sembako Telan Rp 28,1 Triliun di 2020

Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sebesar Rp372,5 triliun untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, miskin dan rentan miskin. Dari jumlah tersebut pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp28,1 triliun untuk bantuan pangan atau yang disebut kartu sembako.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, penerima kartu sembako di 2020 sebanyak 15,6 juta keluarga miskin. Setiap keluarga miskin nantinya akan memperoleh bantuan sebanyak Rp150.000 naik dari sebelumnya sebesar Rp110.000 per keluarga.

"BPNT dievaluasi, kembali diperkuat dalam bentuk kartu sembako. Perubahannya per bulan ditingkatkan dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 ini menjadi nendang," kata Askolani.

Bersamaan dengan penambahan jumlah bantuan, pemerintah juga melakukan perluasan komoditas yang dapat dibeli oleh masyarakat menggunakan kartu sembako. Selama ini, kartu sembako yang sebelumnya BPNT hanya untuk membeli beras. Perluasan komoditas itu akan diatur oleh Kemensos.

"Dulu hanya beras, sekarang diperbanyak oleh Kemensos apakah minyak atau yang lain. Namanya kartu sembako. Ini tentunya awal untuk perbaikan pemanfaatan, perluasan dari kebijakan ini tentunya dengan didukung oleh pelaksanaan kebijakan yang sudah ada," jelas Askolani.

Askolani berharap dengan adanya penambahan bantuan dan perluasan komoditas yang dapat diperoleh masyarakat, jumlah masyarakat miskin di Indonesia bisa tekan. Selain itu, pemberian bantuan ini juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat yang kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Bansos ini diberikan tetap untuk masyarakat menengah ke bawah, membantu orang miskin bisa sekolah, menuju puskesmas. Maka manfaatnya adalah satu mengurangi orang miskin, menjaga dan meningkatkan daya beli. Sehingga konsumsi RT tetap sebagai pendukung ekonomi ke depan," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Jokowi Minta Kartu Pra Kerja Hingga BPNT Segera Diimplementasikan
Bulog Minta Penyaluran BPNT Melalui Sistem Digital
Bulog akan Salurkan Beras Bergizi untuk Masyarakat Miskin
Budi Waseso: Ada yang Tidak Ikhlas Bulog Dapat Titah Salurkan BPNT
Budi Waseso Geram Mafia BPNT Jiplak Karung Bulog untuk Jelekkan Pemerintah
Fakta Mafia Penyaluran BPNT, dari Modus Hingga Penyelewengan Anggaran

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini