Penerbangan Terganggu Akibat Erupsi Gunung Dukono, Warga Pilih Angkutan Laut

Kamis, 10 Oktober 2019 13:16 Reporter : Merdeka
Penerbangan Terganggu Akibat Erupsi Gunung Dukono, Warga Pilih Angkutan Laut Transportasi Laut di Halmahera Utara. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Aktivitas penerbangan di beberapa bandara di Maluku Utara pada Kamis ini terganggu akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara yang menyemburkan abu vulkanik. Untuk itu, angkutan laut jadi transportasi alternatif para warga.

Waktu tempuh pun harus terpangkas lama, dari sekitar 45 menit dengan pesawat menjadi terombang-ambing berjam-jam bersama kapal laut. Selain itu, alternatif ini bisa dilakukan jika yang bersangkutan rela merogoh kocek pribadi untuk menyewa kapal speedboat dan mobil rental.

Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Pitu Muhammad Hatta mengatakan, solusi alternatif tersebut dapat dicapai dengan menempuh rute Morotai-Tobelo-Sofifi-Ternate.

"Kalau naik laut pakai speedboat ke Tobelo, abis itu lintas (darat) ke Sofifi. Dari Sofifi naik speedboat lagi ke Ternate," papar dia kepada Liputan6.com, Kamis (10/10).

Dia memperkirakan waktu tempuh angkutan laut bisa dicapai kurang lebih sekitar 5 jam dengan naik kapal laut. "Kalau dari Morotai-Tobelo 1,5 jam naik speedboat. Kalau Tobelo-Sofifi perkiraan sekitar 3 jam. Dari Sofifi ke Ternate paling 30 menit," sambungnya.

Sayangnya, transportasi umum itu tersedia terbatas setiap pekannya. "Kalau malam ada yang sekitar jam 6, ada yang jam 9. Tapi dia per minggunya cuman 3 kali kalau yang kapal laut malam," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini