Penerbangan Internasional Bandara New Yogyakarta Beroperasi Agustus 2019

Senin, 6 Mei 2019 15:19 Reporter : Merdeka
Penerbangan Internasional Bandara New Yogyakarta Beroperasi Agustus 2019 Bandara New Yogyakarta. ©2019 Foto Humas Angkasa Pura I

Merdeka.com - PT Angkasa Pura I (Persero) memperkirakan penerbangan internasional baru akan masuk ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam 3 bulan mendatang. Hal ini terkait dengan persiapan yang harus dilakukan oleh maskapai sebelum membuka rute internasional ke bandara ini.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan, Angkasa Pura I siap untuk melayani penerbangan internasional ke YIA. Namun, maskapai membutuhkan waktu sekitar 8 pekan untuk bisa melakukan pembukaan rute internasional.

"Penerbangan internasional, jadi airline asing itu butuh waktu 8 minggu untuk mendapatkan slotnya. Karena walaupun Angkasa Pura I ready, mereka kan juga ada pairing country dan pairing city-nya. Nah itulah di mana membutuhkan waktu untuk mendapatkan slot dari arah negara sebelah sana untuk berangkat ke Indonesia terutama ke YIA karena hitungannya YIA ini adalah rute baru buat mereka," ujar dia di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5).

Untuk saat ini, lanjut Devy, pihaknya masih terus berdiskusi dengan maskapai yang akan membuka penerbangan internasional ke YIA. Setidaknya dibutuhkan waktu 3 bulan bagi maskapai-maskapai tersebut untuk mulai beroperasi di YIA.

"Kami masih nunggu nego terus dari mereka mungkin 3 bulanan lah ya kita lihat kondisi saat mereka ready. Dari Angkasa Pura I ready, tapi kita menunggu kapan mereka ready untuk membawa penumpang masuk ke YIA. dengan artian saat mereka katakan ready bukan hanya slot nya ready tapi penumpangnya ada, marketing sudah dan segala kebutuhan mereka ready," jelas dia.

Namun demikian, Devy memastikan telah ada maskapai yang akan memindahkan penerbangan internasionalnya dari Adisutjipto ke YIA, yaitu Silk Air dan AirAsia.

"Yang jelas dari Silk Air sama dari AirAsia. Karena mereka adalah maskapai yang eksisting ada di Adisutjipto Internasional Airport. Kalau Silk Air itu Singapura, kalau AirAsia Kuala Lumpur," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini