Pemulihan Dunia Tak Merata, Indonesia Soroti Ketimpangan Akses Vaksin Covid-19

Jumat, 15 Oktober 2021 21:51 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemulihan Dunia Tak Merata, Indonesia Soroti Ketimpangan Akses Vaksin Covid-19 vaksinasi masyarakat baduy. ©2021 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyoroti, pertumbuhan global yang tidak merata dalam pertemuan G20 di Italia. Hal ini disebabkan akses terhadap vaksin sebagai persyaratan untuk pemulihan berkelanjutan belum merata.

Meski begitu, di forum internasional tersebut, Menteri Sri Mulyani mengatakan Pemerintah Indonesia tengah mengejar target vaksinasi massal. Bahkan dalam sehari, 2 juta orang mendapatkan vaksin Covid-19.

"Upaya pemerintah dalam meningkatkan dan mempercepat vaksinasi kepada masyarakat yang telah mencapai lebih dari 40 persen penduduk, dengan rata-rata 2 juta vaksinasi per hari," tutur Sri Mulyani di forum tersebut seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jakarta, Jumat (15/10).

Dalam beberapa bulan terakhir, ekonomi dunia mulai menunjukkan pemulihan yang lebih kuat. Ini berkat dukungan kebijakan yang berkelanjutan, vaksinasi dan pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, kondisi tersebut juga ditopang prospek inflasi dan respon terhadap kebijakan moneter bank sentral. Begitu juga respon terhadap pergerakan harga aset di pasar properti, terpantau menghindari potensi terjadinya pengetatan keuangan global yang tidak diinginkan.

Termasuk juga resiko yang bisa menimbulkan tantangan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada pembiayaan internasional. Terutama bagi negara-negara dengan mata uang yang lebih fluktuatif.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

pemulihan dunia tak merata, indonesia soroti ketimpangan akses vaksin covid-19

Pada pertemuan ini, fokus negara anggota G20 membahas isu untuk mengatasi tantangan jangka pendek dan menengah global secara efektif. Termasuk divergensi ekonomi, perpajakan internasional, pembiayaan sistem kesehatan. Begitu juga dengan transisi menuju ekonomi dan masyarakat yang lebih berkelanjutan, digital dan inklusif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam rencana pemulihan.

Bagi Indonesia, pertemuan ini memiliki nilai penting menjelang pelaksanaan tugas Presidensi G20 Indonesia. Tujuannya untuk melanjutkan dan mendorong peran kepemimpinan G20 dalam menjawab tantangan global dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif, kuat, dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Indonesia secara resmi akan menjadi Presidensi G20 pada tahun 2022 setelah dilakukannya serah terima dari Italia kepada Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) di Roma, Italia pada 30-31 Oktober 2021 mendatang.

[bim]

Baca juga:
Polres Lhokseumawe Sasar Warung Kopi Genjot Vaksinasi Covid-19
Polres Bangka Barat Jemput Lansia Suntikkan Vaksin Covid-19
Dinkes Garut Tunggu Hasil Komda KIPI Jabar Soal Warga Meninggal Setelah Divaksinasi
Kemenkes Minta ITAGI Teliti Vaksin Covid-19 Terbaik untuk Booster
Kejar Target Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Gandeng PCNU Banyuwangi
Demi Vaksin, Warga India Sampai Rela Menginap di Jalur Antrean
Genjot Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kabupaten Boyolali Jemput Bola ODGJ

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini