Pemerintah Upayakan Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona

Jumat, 22 Mei 2020 09:37 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pemerintah Upayakan Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona Wapres Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini pandemi Covid-19 buat dampak seluruh sektor di dunia. Tak terkecuali Indonesia yang juga terguncang dari segi sosial hingga ekonomi.

Ma'ruf Amin menjelaskan pemerintah saat ini sedang mencoba memberikan bantuan sosial mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga tunai untuk masyarakat yang terkena dampak corona. Sektor ekonomi pun kini sedang dilakukan pemulihan.

"Pemerintah sekarang sedang memikirkan bagaimana melakukan pengembalian untuk melakukan recovery pemulihan ekonomi yang Insya Allah dalam beberapa waktu yang akan datang coba digulirkan," kata Ma'ruf di rumah dinas, Jumat (22/5).

Dia menjelaskan, agar ekonomi yang terdampak bisa kembali lagi namun dengan menggunakan protokol kesehatan, pemerintah tetap berusaha mengendalikan dan menghilangkan covid-19 tetapi bagaimana ekonomi bisa tumbuh.

"Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang sedang dirancang," imbuhnya.

Sebab itu, Ma'ruf meminta pada masyarakat agar terus berdoa. Sehingga upaya-upaya untuk mengembalikan, memulihkan ekonomi nasional kita sehingga sedikit demi sedikit kehidupan ekonomi masyarakat bisa dikembalikan.

"Kita harus semangat dan Covid-19 harus mendorong kita untuk bangkit, untuk mandiri, untuk menghidupkan kembali semangat kebangkitan nasional yang kedua untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju ke depan," jelas Ma'ruf.

1 dari 1 halaman

Ekonomi Kuartal II Diperkirakan Negatif

ii diperkirakan negatif rev1

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 bakal terkoreksi dalam. Pemerintah pun terus melakukan langkah kebijakan secara hati-hati dan terus memantau kondisi perekonomian akibat dampak dari virus corona atau Covid-19.

"Kita sih terus mengamati perkembangan perekonomian. Kalo kita lihat sekarang ada tekanan cukup dalam. Karena itu kita sangat consius memastikan bahwa kita mengamati perekonomian hati-hati," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (20/5).

Dia tak menampik situasi kritis sekarang ini menyebabkan beberapa variabel menjadi sangat sensitif. Sebab itu, dalam proses perbaikan kondisi ekonomi harus lebih digalakan kembali.

"Dalam proses perbaikan melihat kondisi ekonomi mungkin bukan hanya dari data standar seperti yang selama ini, tapi dilihat berdasarkan listrik di daerah, kita sedang bangun ini di BKF," jelas dia.

"Kita sudah minta detail ini. Karena hanya kalau dilihat penjualan biasa seperti semen kendaraan bermotor, variabel standar. Kuartal kedua kan ini baru Mei, sebentar lagi kita coba exercise untuk nowcasting," tandas dia. [azz]

Baca juga:
Mal Ramai Jelang Lebaran Tak Banyak Bantu Roda Perekonomian
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Diproyeksi Terkoreksi Dalam
Sektor Jasa Melambat Buat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Jadi 2,97 Persen
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,5 Persen
Gubernur Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Minus 2,2 Persen di 2020
Ekonomi Indonesia di Kuartal II Diperkirakan Tumbuh Negatif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini