Pemerintah Tingkatkan Kualitas Industri Fesyen Lokal

Jumat, 14 Desember 2018 13:32 Reporter : Merdeka
Pemerintah Tingkatkan Kualitas Industri Fesyen Lokal Fashion Muslim Festival. ©2016 AFP Photo/Adek Berry

Merdeka.com - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya saat ini fokus untuk mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia di 2020, dengan berbagai program strategis yang siap dilaksanakan di 2019.

Strategi pengembangan industri fesyen muslim di 2019 antara lain, pendampingan dan sertifikasi SKKNI bagi penjahit busana muslim di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 150 IKM, bimbingan teknis dan bantuan alat menjahit bagi WUB Busana Muslim, peningkatan kapasitas (capacity building) bagi IKM yang sudah existing di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 50 IKM, ikut serta dalam kompetisi Modest Fashion Project (MOFP).

Kemudian, menggelar program Link and Match desainer dengan industri fesyen muslim, Link and Match industri tekstil dengan industri fesyen muslim dan desainer, fasilitasi pameran dalam negeri dan luar negeri, ikut serta dalam International Muslim Fashion Festival, serta implementasi Revolusi Industri 4.0 bagi industri fesyen muslim.

"Kami akan membentuk dan menginkubasi ekosistem bisnis fesyen muslim. Kami akan membuat platform berbasis augmented reality dan artificial intelligence," ujar dia di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Jumat (14/12).

Menurut Gati, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia, karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Saat ini, peluang pasar domestik untuk fesyen muslim mencapai USD 20 miliar. Indonesia juga baru menguasai 1,9 persen pasar fesyen dunia dengan nilai ekspor USD 13,29 miliar dan termasuk 5 besar negara OKI eksportir fesyen muslim.

"Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan yang harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor fesyen muslim bagi PDB nasional," imbuhnya.

Gati mengatakan, saat ini industri fesyen muslim di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan rata-rata konsumsi fesyen Indonesia 18,2 persen per tahun.

"Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. The State of Global Islamic Economy Report 2017/2018 mencatat Indonesia sebagai runer up negara yang mengembangkan Fesyen Muslim terbaik setelah Uni Emirat Arab. Padahal pada laporan tahun sebelumnya, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar. Hal ini menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia," jelas dia.

Gati juga mengungkapkan, market size fesyen muslim terbesar adalah negara-negara OKI yaitu mencapai USD 191 miliar. Sementara Indonesia baru mengisi USD 366 juta. "Hal ini menunjukkan bahwa kita harus bekerja keras untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI sehingga paling tidak kita mampu menguasai 30 persennya," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini