KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pemerintah tetap targetkan royalti lima persen dari Freeport

Kamis, 12 Juli 2012 17:41 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Tambang Emas. tersingelisasi.blogspot.com

Merdeka.com - Pemerintah menyatakan akan terus melakukan renegosiasi kontrak karya dengan PT Freeport, agar mendapatkan pembagian royalti sekitar lima persen. Hal ini sebagai upaya pemerintah memperjuangkan azas keadilan dalam berbisnis. "Memang kita kejar ke situ," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7).

Dia mengatakan pihak PT Freeport telah membuka pintu negosiasi dan secepatnya keputusan hasil renegosiasi  diharapkan segera terwujud. "Maunya saya besok selesai," candanya.

Sebelumnya, Hatta menegaskan saat ini royalti dari tambang yang ada di Timika tersebut hanya satu persen. Selain itu, pemerintah ingin mengambil alih saham atau divestasi saham PT Freeport sebesar 51 persen. "Itu yang berat karena ketentuannya sekarang ini di dalam ketentuan mereka," katanya.

Fokus renegosiasi dengan perusahaan tambang emas terbesar tersebut diantaranya pada royalti, pengurangan lahan, pembangunan smelter dan peran pengusaha lokal. Saat ini, perusahaan pertambangan nikel terbesar di Indonesia, Vale Indonesia, menyetujui untuk melakukan renegosiasi kontrak perusahaan tersebut. Vale bersedia menyisihkan dana USD 2 hingga USD 3 miliar untuk mendirikan pabrik pengolahan. [arr]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.