Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan Capai 90 Persen di 2024

Kamis, 13 Februari 2020 13:39 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan Capai 90 Persen di 2024 Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ©Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf menargetkan inklusi keuangan pada 2024 bisa tembus mencapai 90 persen. Angka ini dipatok mengingat inklusi keuangan dalam negeri masih tergolong kecil dibandingkan dengan negara Asia lain.

"Dan untuk keuangan inklusi itu kemarin dalam ratas, Bapak Presiden targetkan 90 persen di tahun 2024," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Kantornya, Jakarta, Kamis (13/2).

Berkaca pada data, literasi keuangan Indonesia naik cukup signifikan dalam tiga tahun, yaitu dari 29,7 persen pada 2016 menjadi 38,03 persen pada 2019. Sementara, inklusinya meningkat dari 67,8 persen 2016 menjadi 76,19 persen pada 2019 lalu.

Kendati demikian, pencapaian literasi dan inklusi keuangan RI masih di bawah negara tetangga. Ambil contoh, inklusi keuangan di Singapura yang sudah tembus 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen.

1 dari 1 halaman

ETP Langkah Dorong Inklusi Keuangan

Menko Airlangga mengatakan, untuk mengejar target inklusi keuangan tersebut maka salah satu cara dilakukan pemerintah yakni mendorong percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP). "Oleh karena itu target ini salah satu yang utamanya melalui ETP pemda ataupun dana desa," kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah telah sepakat untuk melakukan percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (pemda). Langkah ini diharapkan bisa memperkuat koordinasi dalam kerja sama kelompok teknis, serta tim percepatan digitalisasi daerah untuk mendukung elektronifikasi dari transaksi pemda.

Penandatanganan kerjasama dilakukan antara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pengerapan.

[bim]

Baca juga:
Tingkatkan Inklusi Keuangan, Sri Mulyani Minta BRI Kembangkan UMKM
Jokowi Belum Puas Pencapaian Inklusi Keuangan RI, Kalah Dibandingkan Negara ASEAN
Pembiayaan FIFGROUP Naik Jadi Rp33 Triliun, Sepeda Motor Honda Masih Andalan
Jokowi ke Kepala Daerah: Dorong Masyarakat untuk Urusan Menabung dan Akses Kredit
Riset: Pengetahuan Milenial Pada Perusahaan Keuangan Tinggi, tapi Penetrasi Rendah
Jebolan Silicon Valley, Xendit Bangun Sistem Pembayaran Digital Top di Indonesia

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini