Pemerintah Tak Alokasikan Dana PEN Tahun 2023, Pandemi Covid-19 Berakhir?

Kamis, 11 Agustus 2022 16:03 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Tak Alokasikan Dana PEN Tahun 2023, Pandemi Covid-19 Berakhir? Menko Airlangga. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah tidak lagi mengalokasikan dana khusus untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) tahun 2023. Sehingga dana PEN hanya akan ada sampai akhir tahun 2022.

"Kalau (anggaran dana) PEN ini akan berakhir tahun ini," kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (11/8).

Hal ini lanjut Airlangga sejalan dengan UU Nomor 23 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan serta Penyelamatan Ekonomi Nasional. Penganggaran dan PEN kata Airlangga sesuai dengan kebijakan yang mengatur pelebaran defisit APBN di atas 3 persen.

"Sama seperti UU yang terkait dengan budget defisit," kata dia.

Namun kata Airlangga, bukan berarti pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk penanganan pandemi. Sebaliknya, semua anggaran dikembalikan ke sektornya masing-masing.

"Sehingga seluruh biaya dikembalikan ke sektor masing-masing," katanya.

2 dari 2 halaman

Contoh Penganggaran

Misalnya, lanjut dia, penanganan pandemi sektor kesehatan dikembalikan ke Kementerian Kesehatan. Penanganan sektor ekonomi juga dikembalikan ke sektornya. Termasuk untuk perlindungan sosial.

"Sektor kesehatan dikembalikan ke sektor kesehatan, sektor ekonomi balik ke KL (kementerian/lembaga) masing-masing, termasuk untuk perlindungan sosial," kata dia.

Sehingga tidak berarti pemerintah tidak mengalokasikan anggaran penanganan pandemi. Hanya saja, alokasinya bergeser ke masing-masing kementerian/lembaga yang membidanginya.

"Jadi tidak berarti tidak dilaksanakan, tapi bergeser ke KL masing-masing," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
BI: Pertumbuhan Kuartal II Sangat Tinggi Tapi Ekonomi Belum Pulih Benar
Ekonomi Pulih dari Dampak Pandemi, Jualan Produk UMKM Shopee Meningkat 6 Kali Lipat
Bukan Lagi Pandemi, ini Ancaman Baru Pemulihan Ekonomi RI
Ganjar Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Jateng Naik Tak Lepas dari Peran Petani
Sri Mulyani Hapus Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19 di 2023

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini