Pemerintah Soal Kenormalan Baru: Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 Sementara Waktu

Rabu, 3 Juni 2020 18:50 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pemerintah Soal Kenormalan Baru: Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 Sementara Waktu Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi tengah mengkaji strategi kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Virus Corona. New normal dibutuhkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian yang porak-poranda akibat pandemi Virus Corona.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono, mengatakan perlu ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi di tengah kondisi saat ini. Menurutnya, jangan sampai masyarakat nantinya dihadapkan pada pilihan mati karena Virus Corona atau kelaparan.

"Ada yang ekstrim berpendapat jangan sampai pilihannya mati karena kesehatan atau mati kerena kelaparan, jadi ini yang tidak boleh, ini harus dibalance. Kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19 untuk sementara waktu sampai nanti ditemukan vaksin," ujarnya dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (3/6).

Susi mengatakan, dalam menerapkan new normal nantinya kesehatan masyarakat adalah syarat mutlak sebelum akses dibuka disuatu daerah. "Kenapa kita ingin mempercepat mendorong new normal ini kita perlu strategi membalance kesehatan dan ekonomi untuk keluar dari pandemi ini," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Virus Corona Akan Masih Ada Untuk Waktu Lama

akan masih ada untuk waktu lama

Dia melanjutkan, Virus Corona ini masih akan bertahan untuk waktu yang tidak pasti dan masih akan lama sehingga pemerintah dan masyarakat tidak boleh menyerah. Sehingga harus ada penyesuaian antara kebutuhan terhadap kesehatan dan juga tapi tidak boleh hanya berdiam diri di rumah sebab akan mengakibatkan ekonomi jatuh.

"Hidup kita terus berlanjut di tengah pandemi tetap dengan protokol kesehatan perlahan kehidupan menjadi keniscayaan. Pemerintah akan mengatur agar kehidupan berangsur-angsur berjalan normal. Data dan fakta harus terus dipelototi agar tak ada second wave," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
JK Tinjau Kesiapan Masjid Agung Al-Azhar Gelar Kembali Salat Jumat
Wuling dan Rumah Zakat Donasi Ratusan Masker & Sembako di Jabar dan Yogyakarta
Baturraden Bersiap Sambut 'New Normal', Ini Protokol yang Disiapkan
PT PP Bentuk Tim Task Force Jalankan Bisnis di Era New Normal
Penyemprotan Disinfektan di Masjid Al-Azhar
Ini Alasan Bali Tak Masuk Daftar Daerah Terapkan New Normal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini