Pemerintah siapkan subsidi Rp 2 T per tahun agar tarif LRT Jabodebek Rp 12.000

Jumat, 29 Desember 2017 14:04 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pemerintah siapkan subsidi Rp 2 T per tahun agar tarif LRT Jabodebek Rp 12.000 Proyek LRT di kawasan Cibubur. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan tarif awal Light Rail Transit (LRT) Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi (Jabodedebek) dipatok sebesar Rp 12.000. Tarif tersebut berdasarkan hasil perhitungan dengan asumsi jumlah penumpang serta suntikan subsidi dari pemerintah yang akan digelontorkan setiap tahun.

"Subsidi sekarang hampir Rp 2 triliun ya (per tahun)," kata Menko Luhut, dalam sebuah acara di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (29/12).

Subsidi akan diberikan berkala setiap tahunnya. Akan tetapi, subsidi tersebut bisa dihapus seiring pemasukan yang bertambah karena pertumbuhan penumpang semakin meningkat.

"Tapi tak fix Rp 2 triliun karena cash flow gap dan kita yakin jumlah penumpang akan naik," ujarnya.

LRT Jabodebek mampu mengangkut 116.000 penumpang per hari pada awal masa operasinya di 2019 mendatang dan diharapkan meningkat menjadi 474.000 penumpang.

"Angka ini (jumlah penumpang) bisa naik 10 tahun ke depan atau mungkin lebih cepat dari itu sampai 474.000 penumpang."

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan tarif LRT yang akan dikenakan berdasarkan hasil perhitungan dan subsidi.

"Dari angka itu terlihat memang ada suatu asumsi yang cukup realistis, dan tarif Rp 12.000, ada semacam subsidi tapi wajar," ungkapnya.

Meski demikian, Menteri Budi menjelaskan subsidi akan menurun jika pertumbuhan penumpang mengalami peningkatan. "Tapi subsidi itu akan turun apabila jumlah penumpang naik. Jadi bahkan subsidi akan hilang apabila itu bisa dilakukan," tegasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini