Pemerintah Siapkan Stimulus Anggaran Untuk Daerah yang Berhasil Tangani Covid-19

Senin, 22 Juni 2020 20:38 Reporter : Merdeka
Pemerintah Siapkan Stimulus Anggaran Untuk Daerah yang Berhasil Tangani Covid-19 Menko Airlangga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri akan memberi anggaran khusus kepada daerah yang berhasil menangani Covid-19.

"Ini nanti akan ada hadiah atau stimulus anggaran," kata Airlangga di Jakarta.

Airlangga mengapresiasi kepala daerah yang telah berhasil menangani Covid-19 dengan baik di daerahnya. Salah satu kepala daerah yang mendapat apresiasi adalah Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Arinal Djunaidi dinilai berhasil menangani dan mengendalikan Covid-19 di Lampung.

"Selamat Pak Gubernur untuk (penanganan) Covid-nya, karena pemerintah akan mendorong siapa (pejabat) yang bisa membuat daerahnya dari merah menjadi oranye serta menjadi kuning dan kemudian hijau, maka Menteri Keuangan akan memberikan bonus melalui Mendagri. Mudah-mudahan Lampung dapat bonus," ujar Airlangga.

Arinal Djunaidi dikabarkan akan menerima penghargaan dari pemerintah karena wilayahnya menjadi Provinsi peringkat ke-2 nasional dalam 'Lomba Tangani Covid-19'. Arinal mengaku diundang oleh Mendagri untuk menerima penghargaan tersebut.

"Saya diundang oleh Mendagri, dan hanya enam gubernur yang dipanggil oleh Mendagri untuk menerima penghargaan karena dianggap sukses dalam mengendalikan Covid-19," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

1 dari 1 halaman

Anggaran Penanganan Corona

corona rev1

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyusunan RAPBN 2021 ini akan sangat tergantung dari keberhasilan pelaksanaan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang dijalankan oleh Pemerintah. Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional diperkirakan akan memerlukan pembiayaan sebesar Rp905,10 triliun.

"Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional diperkirakan akan memerlukan pembiayaan sebesar Rp905,10 triliun telah menimbulkan pelebaran defisit yang cukup dalam pada APBN 2020," ujarnya melalui Instagram pribadinya, Jakarta, Jumat (19/6).

Dia melanjutkan, dengan dukungan DPR, otoritas moneter, semua elemen masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan, pihaknya optimis Indonesia akan pulih dan mampu menormalkan kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tetap menjaga keamanan dari ancaman Covid-19 (situasi normal baru).

Dalam kondisi yang masih sangat dinamis dan tingkat ketidakpastian yang juga tinggi, asumsi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 adalah 4,5 persen hingga 5,5 persen. Target ini dapat dicapai apabila konsumsi masyarakat dapat terus dijaga, investasi dapat ditingkatkan.

"Perdagangan internasional berangsur pulih setelah pukulan terberat akibat pandemi Covid-19 mulai mereda, dan tidak terjadi pukulan kedua atau second wave dari penyebaran Virus Corona," jelasnya. [idr]

Baca juga:
Anggaran Kemenko Perekonomian Turun Rp16 Miliar di RAPBN 2021
Airlangga Yakin RUU Cipta Kerja akan Menjadikan Indonesia Paling Maju di ASEAN
Menko Airlangga: Penerima Manfaat Kartu Prakerja Didominasi Milenial
Pemerintah Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp695,2 Triliun
Airlangga Tegaskan Partai Koalisi Solid Dukung Jokowi Lewati Krisis Covid-19
Menko Airlangga Sebut Indonesia Terjerat Impor Pangan Akibat Panen Kerap Molor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini