Pemerintah Sebut Ancaman Resesi Akibat Corona Dialami Seluruh Negara

Selasa, 28 Juli 2020 14:32 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Sebut Ancaman Resesi Akibat Corona Dialami Seluruh Negara krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Ketua Tim Asistensi Menteri Koordinator Perekonomian, Tirta Hidayat, menyebut kehadiran virus Corona memberi dampak resesi bagi seluruh negara. Bahkan, diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2020 bakal minus 4,9 persen sampai dengan minus 7,6 persen.

"Berbagai perkiraan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi (global) pada 2020 bisa kisaran minus 7,6 persen," kata dia dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Selasa (28/7).

Dia mengatakan, dampak dari pandemi Covid, membuat negara-negara mengalami krisis terburuknya. Bahkan Inggris terkena krisis yang mungkin terburuk dalam kurun waktu 350 tahun.

"Jadi ini menunjukkan bahwa dampaknya itu benar-benar besar masif dan global hampir merata. Sehingga kalau kita lihat adanya ancaman terjadinya resesi di hampir semua belahan dunia," kata dia.

1 dari 1 halaman

Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Dunia Makin Sulit

sebut ekonomi dunia makin sulit

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui kondisi ekonomi global semakin sulit akibat pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini ditandai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang selalu berubah-ubah setiap bulannya.

Jokowi menyebut Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi global minus 2,5 persen. Padahal, awalnya ekonomi global diprediksi bisa tumbuh 3 persen sampai 3,5 persen pada 2020.

"2 bulan lalu saya telepon Bank Dunia, beda lagi jawabannya. Pertumbuhan ekonomi dunia minus 5 persen," kata Jokowi dalam video conference, Kamis (23/7).

Selain itu, dia juga mendapat laporan dua pekan lalu dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bahwa proyeksi ekonomi dunia akan minus 6 sampai minus 7,6 persen. Prediksi-prediksi dari lembaga internasional ini dinilai menjadi gambaran sulitnya ekonomi global selama pandemi corona.

"Gambaran apa yang ingin saya sampaikan? Bahwa setiap bulan selalu berubah-ubah, sangat dinamis dan posisinya tidak semakin mudah tapi makin sulit. Minus 2,5 ganti sebulan berikutnya, jadi minus 5, sebulan berikutnya jadi minus 6 sampai minus 7 persen. Gambaran kesulitannya seperti itu," imbuhnya.

[bim]

Baca juga:
Implementasi Program PEN Dinilai Jadi Kunci Menahan Resesi
Bergerak Cegah Resesi Ekonomi
Jurang Resesi di Depan Mata
Pemerintah Diminta Tak Fokus Kejar Pertumbuhan Ekonomi Saat Pandemi
Respons Menko Airlangga Terkait Potensi Resesi Ekonomi Indonesia
Deretan Upaya Pemerintah Jokowi Cegah Ekonomi RI Jatuh ke Jurang Resesi
Pertama dalam 17 Tahun, Korea Selatan Terjerumus ke Jurang Resesi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini