Pemerintah Resmikan Pembangunan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali

Jumat, 11 Januari 2019 10:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pemerintah Resmikan Pembangunan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Morowali Luhut dan Airlangga Hadiri Peletakan Batu Pertama Pabrik Baterai Lithium di Morowali. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan peletakan batu pertama, yang menandai mulai dibangunnya pabrik komponen utama lithium battery dari bahan dasar nikel.

Pabrik tersebut dibangun di lahan milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Rencana pembangunan pabrik dengan investasi awal bernilai USD 700 juta dari USD 4,3 miliar total investasi ini.

Luhut mengatakan peletakan batu pertama proyek ini menjadi langkah besar Indonesia dalam upaya pengembangan industri berbasis teknologi, terutama dalam pengembangan lithium battery. "Kita dalam bahasa kerennya melakukan Leap frog, lompatan katak dalam pengembangan industri ke depan," kata dia, di Morowali, Jumat (11/1).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun menegaskan bahwa ke depan Pemerintah akan terus mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia, terutama putra-putri daerah agar ketrampilan dan kemampuannya meningkat sehingga dapat bersaing di tengah perkembangan industri yang terus bergerak maju.

Menurutnya, kehadiran para Tenaga Kerja Asing, mesti dijadikan sebagai kesempatan untuk tidak saja mempelajari hal-hal teknis yang berkaitan dengan pembangunan industri, melainkan juga dalam hal etos kerja.

"Saya minta putra-putri dari Morowali ayo kita belajar di Politeknik. Kita mencontoh kerja teman-teman kita orang Tiongkok ini," imbuhnya.

Salah satu contoh nyata dari etos kerja yang tinggi tersebut adalah pembangunan proyek yang menurut dia sangat cepat. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 16 bulan. "Tempat lain membangun seperti ini, 7 sampai 8 tahun. Ini dia bangun 16 bulan. Kita harus belajar," tegas Luhut.

Sementara Airlangga mengungkapkan pihaknya akan terus mendukung upaya pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. "Hari ini Kementerian Perindustrian pindah ke Morowali. Kementerian Perindustrian ada di belakang proyek ini dan akan terus kita kawal," tandasnya.

Sebagai informasi, investor asing yang bekerja sama dengan Indonesia dalam pendirian pabrik ini antara lain GEM (perusahaan daur ulang baterai), Tsingshin Group, CATL (perusahaan baterai terbesar di Cina) dan Hanwa (perusahaan Jepang). Sementara investor dari Indonesia ialah Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Investasi ditanamkan untuk membangun nickel smelting yang dapat memproduksi 50 ribu ton per tahun. Selain itu, akan dibangun pula nickel hydroxites dan cobalt smelting dengan kapasitas produksi sebesar 4 ribu ton per tahun. Indonesia diharapkan menjadi pemimpin terkait lithium baterai di dunia.

Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama, Sekretaris Kementerian Perindustrian, Haris Munandar, Irjen Kemeperin, Setyo Wasisto, Perwakilan Pemerintah Daerah, dan perwakilan investor. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini