Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah ragu pencabutan subsidi listrik 900 VA bisa tercapai

Pemerintah ragu pencabutan subsidi listrik 900 VA bisa tercapai Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pemerintah masih belum memberikan kepastian mengenai pencabutan subsidi listrik bagi masyarakat pengguna 900 Volt Ampere (VA) yang direncanakan akan dilakukan awal Juni 2016. Hal ini diyakini agar pemberian subsidi bisa tepat sasaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan proses pencabutan subsidi listrik ini masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo. Sehingga, dia belum bisa memastikan kapan pencabutan ini bisa diselesaikan.

"Secara proses kita sudah menyampaikan informasi itu kepada pihak kantor presiden dan sedang menunggu rapat terbatas. Karena itu saya tidak bisa memberi deadline," kata Sudirman di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (8/6).

Dia berharap, tahun ini proses pencabutan subsidi listrik bisa selesai. Meski subsidi listrik untuk pengguna 900 VA dicabut, namun, subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 meningkat dari sebelumnya Rp 38,4 triliun menjadi Rp 57,2 triliun.

Pemerintah sedang mendata pengguna 900 volt ampere (VA) untuk memastikan subsidi listrik tepat sasaran. Semula penyaringan diproyeksi rampung Januari 2016, namun rumitnya sinkronisasi data yang dimiliki PT PLN (Persero) dengan data milik Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) membuat tenggat waktu penyaringan diundur hingga Juni 2016.

Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto menjelaskan, TNP2K memiliki data orang miskin 'by name by address' tetapi tidak memiliki nomor pelanggan listrik. Sedangkan, PLN mempunyai data nama dan nomor pelanggan, namun tidak mengetahui kondisi perekonomian pelanggan tersebut.

"Nah, sinkronisasi data ini yang ternyata tidak mudah," ujar Bambang.

Bambang menegaskan, saat ini sebanyak 46 juta rumah tangga mendapatkan subsidi listrik pengguna daya listrik 450 VA dan 900 VA.

"24 juta (rumah tangga) untuk 450 kwh, sisanya 22 juta (rumah tangga) 900 kwh. Padahal di data kita hanya 6 juta-6 juta (6 juta pengguna 450 VA dan 6 juta pengguna 900 VA). Jadi kita sisir dulu," kata Bambang.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP