Pemerintah prediksi raup kontrak dagang Rp 3 triliun selama TEI 2017

Rabu, 11 Oktober 2017 11:57 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pemerintah prediksi raup kontrak dagang Rp 3 triliun selama TEI 2017 Mendag luncurkan Trade Expo Indonesia 2017. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo resmi membuka 'Trade Expo Indonesia ke-32' yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE). Pada TEI tahun ini, pemerintah menargetkan nilai transaksi mencapai USD 1,1 miliar.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan panitia TEI telah menjadwalkan sekitar 33 penandatanganan kontrak dagang selama TEI berlangsung. Angka ini bisa terus bertambah seiring penyelenggaraan acara.

Kontrak dagang tersebut berasal dari berbagai negara tetangga, seperti Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brazil, Inggris, dan Amerika Serikat. "Kita perkiraan total kontrak dagang sekitar USD 223,23 juta (setara Rp 3,017 triliun)," ungkapnya di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/10).

Sejauh ini, perjanjian kontrak dagang yang akan ditandatangani diantaranya pada hari pertama sebesar USD 16,07 juta. Hari kedua USD 154,82 juta. Hari ketiga USD 47,25 juta. Hari keempat USD 5,10 juta. "Nilai tentu akan terus bertambah saat penyelenggaraan, bahkan setelah TEI," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi yang dihasilkan pada ITE 2017 ini akan lebih besar. Dia pun melaporkan kepada Presiden Jokowi tentang peningkatan jumlah peserta ITE 2017 jika dibandingkan dengan tahun 2016.

"Tahun lalu, nilai transaksi USD 1,02 miliar, atau Rp 13,5 triliun. Tahun ini targetnya USD 1,1 miliar atau Rp 14,5 triliun. Tahun lalu diikuti oleh 1.066 peserta. Pada ITE tahun ini jumlah peserta mencapai 1.100 peserta yang berasal dari perusahaan nasional, UKM, instansi pemerintah," ujar Menteri Enggar.

Menteri Enggar mengklaim pihaknya telah cukup berhasil menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo untuk membuka pasar-pasar baru. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembeli dari seluruh negara dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI).

"Kami mengunjungi Rusia dan beberapa negara di Afrika. Pada TEI tahun ini, pembeli datang dari Nigeria, Saudi Arabia, India, Pakistan, dan Bangladesh. Ini menunjukkan usaha kita mendekati, mulai menunjukkan hasil," katanya.

"Hasilnya, hari ini lebih dari 4.500 buyer dari 79 negara. Melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, jumlah tersebut akan bertambah dengan kedatangan pembeli langsung (buyer on spot)," lanjut Menteri Enggar. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini