KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pemerintah plin plan soal kebijakan jual premium dua harga

Senin, 29 April 2013 11:26 Reporter : Yulistyo Pratomo
Kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Beberapa pekan terakhir, pemerintah mencoba meyakinkan masyarakat akan kebijakan pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan menjual premium dua harga. Belakangan, pemerintah justru kelihatan ragu dengan kebijakan tersebut.

Pemerintah mengaku masih menggodok rencana pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Selain rencana menjual premium dua harga, pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan satu harga jual. Jika satu harga jual, maka hampir dipastikan harga premium bakal dinaikkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengungkapkan, jika dinaikkan dalam satu harga, maka nilainya berada di bawah Rp 6.500 per liternya.

"Jadi kan tidak mungkin Rp 6.500, berapa saja ini kita hitung," kata Jero di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4).

Menurutnya, jika harga BBM bersubsidi jenis premium dijual Rp 6.500 per liter, dapat memberatkan masyarakat menengah ke bawah. Sehingga, keputusan soal BBM tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kalau yang menengah atas kan sudah oke, mereka pikirannya sudah Rp 6.500. Yang bawah kan tadinya pikirannya kita tidak naik, cuma kok repot sekali," tandasnya.

Jero membantah penggunaan opsi menjadi satu harga merupakan bentuk keragu-raguan pemerintah. Dia beralibi, mentahnya opsi dua harga karena pemerintah berupaya melakukan penyelamatan terhadap masyarakat miskin.

"Tidak. Bukan ragu-ragu. Kita mau menyelamatkan masyarakat bawah gimana. Apa salah? Sekarang saya tanya kalian salah enggak kalau saya memikirkan saudara-saudara kita yang di kampung. Ini kalau naik, apa efeknya," ujarnya sewot. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pembatasan BBM

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.