Pemerintah Perkuat Kolaborasi Majukan Koperasi dan UMKM

Selasa, 26 Mei 2020 14:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Perkuat Kolaborasi Majukan Koperasi dan UMKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM membuka kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak guna memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air. Kerjasama dilakukan dengan prinsip transparan dan juga akuntabel.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyadari jumlah populasi UMKM di Indonesia yang mencapai sekitar 64 juta menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk itu, dirinya membuka peluang kerjasama kepada seluruh pihak untuk sama-sama membantu memajukan sektor UMKM.

"Pihak kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan UMKM di Tanah Air. Khusus dalam kolaborasi dengan platform e-commerce, menggunakan skema non-APBN," kata Menteri Teten, dalam keterangannya, Selasa (26/5).

Menteri Teten mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi penuh membantu koperasi dan UMKM untuk melewati masa-masa pandemi Covid-19. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online.

"Platform online ini sekaligus membantu masyarakat luas untuk menerapkan physical distancing, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi," kata dia.

"Saat ini 87 persen UMKM kita masih tertinggal dalam digital (online). Kami membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu UMKM kita bertahan di tengah Covid-19 dan melaju setelahnya," sambung dia.

1 dari 1 halaman

Telah Gandeng 5 E-Commerce

5 e commerce

Hingga saat ini terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan KemenKopUKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia; tidak hanya dengan Blibli, namun juga dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, yang ikut membina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital.

Upaya ini juga sejalan dengan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo baru-baru ini. Makin banyaknya produk UMKM yang masuk ke dalam platform e-commerce merupakan bentuk dorongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital.

Berdasarkan laporan McKinsey (2018) tercatat sedikitnya terdapat empat keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital, yaitu keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan, penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25 persen dari harga ritel, kesetaraan sosial (social equality) yaitu kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce.

"Terakhir, saya beserta Kementerian Koperasi dan UKM selalu terbuka dengan kritik, catatan ataupun masukan konstruktif dari siapa pun, termasuk Saudara Farid Gaban," pungkasnya.

[bim]

Baca juga:
Industri Kontruksi dan Jasa Konsultan Diprediksi Mati Suri Tahun Ini
Sambut New Normal, Kemenkop Gencarkan Transformasi UMKM dari Offline ke Online
Pemerintah akan Serap Produk IKM lewat Program Bangga Buatan Indonesia
Menteri Teten: Tingkat Keberhasilan Pelatihan E-Commerce Ke Pelaku UMKM Masih Rendah
Kemenkop UKM Gandeng Blibli Bangkitkan UMKM Lokal di Tengah Pandemi Corona
DPRD Minta Pemprov DKI Beri Pelatihan Pelaku UMKM Terdampak Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini