Pemerintah Pakai Gojek dan Grab Salurkan Bantuan Sembako

Kamis, 19 Maret 2020 09:46 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Pakai Gojek dan Grab Salurkan Bantuan Sembako Ojek Online di Jakarta. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Jokowi memerintahkan sembilan dasar kebutuhan pokok masyarakat tidak boleh kurang. Dia juga meminta distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat dilakukan melalui operator transportasi online.

"Distribusi menggunakan GoJek dan Grab supaya ekonomi jalan," ungkap Menko Luhut dalam konferensi pers pada live Instagram lewat akun @kemenkomarvest, Jakarta, Rabu (18/3).

Jika ini diimplementasikan, mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini meyakini mampu menahan penurunan pertumbuhan ekonomi. Sebab, 70 persen pergerakan ekonomi berasal dari belanja dalam negeri.

"Angka ini cukup besar untuk menahan ekonomi kita drop secara hebat," kata Menko Luhut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju tidak melakukan perjalanan dinas keluar negeri. Larangan ini dikeluarkan akibat meluasnya penyebaran virus corona di Tanah Air.

"Kita sepakat karena dunia juga membatasi," kata Menko Luhut.

Dana perjalanan dinas baik luar maupun dalam negeri Kementerian dan Lembaga dialihkan untuk membantu masyarakat. Diperkirakan dana Rp40 triliun akan dikucurkan untuk masyarakat dengan kategori kekurangan atau masyarakat tidak mampu.

"Dana ini dialihkan untuk membantu rakyat kategori kurang agar ekonomi tetap jalan," kata Menko Luhut mengakhiri.

1 dari 1 halaman

Saat Cicilan Lebih Menakutkan dari Virus Corona

lebih menakutkan dari virus corona rev1

Seorang pengemudi ojek online, Agus (35) terus bekerja mencari nafkah sekalipun telah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk menetap di rumah untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Sayangnya keinginan bertahan di rumah tak bisa dilakukannya.

"Saya sih maunya libur kak. Enggak kerja dulu sementara, cuma cicilan saya gimana?" kata, Rabu (18/3).

Ayah satu orang anak itu mengatakan, diri tidak khawatir untuk biaya makan selama dua minggu ke depan. Dia dapat menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Akan tetapi tabungan itu tidak cukup untuk membayar kontrakan rumah dan cicilan sepeda motornya.

Setiap bulan, ia harus menyisihkan sedikitnya Rp2.000.000 untuk membayar cicilan dan uang sewa rumah.

"Apa pemerintah mau menanggung cicilan saya?" tanyanya sembari berkelakar.

Setiap pagi, Agus berangkat dari kontrakannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tujuannya mangkal di Stasiun Palmerah. Penumpang ramai yang turun di Stasiun Palmerah dan menggunakan jasanya ke tempat kerja.

Dia mengaku sempat khawatir karena dirinya masih mengojek seperti biasa di tengah penyebaran Virus Corona yang merata di Jakarta. Ia juga khawatir penumpang yang diantarkannya mentransmisikan virus pada dirinya.

"Cuma mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan meski sekarang ngojek juga sepi," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Agus tak sendiri, masih banyak warga lainnya yang masih beraktivitas seperti biasa meskipun Presiden Jokowi sudah memberikan arahan agar belajar, bekerja dan beribadah dari rumah.

Kondisi dilema seperti itu juga dialami Pupun (30), karyawan swasta. Dia mengaku harus tetap bekerja meski pemerintah menganjurkan untuk bekerja dari rumah.

"Banyak cicilan, lebih seram dari Corona," katanya sembari bercanda.

Dia mengaku, lebih seram jika didatangi debt collector. Mengingat cicilan yang harus dibayarnya setiap bulan itu, mau tak mau membuatnya harus tetap bekerja.

Ada dua cicilan yang harus dibayarnya setiap bulan yakni kartu kredit dan mobil. Setidaknya, ia harus menyisihkan Rp4.000.000 setiap bulannya.

"Lagi pula, kantor belum ada ketentuan bekerja dari rumah," ujar Pupun yang membekali dirinya dengan masker dan cairan pencuci tangan antiseptik setiap keluar rumah itu.

[bim]

Baca juga:
Dana Riset Penawar Corona yang Tak Kunjung Cair
Pemprov DKI: 15 Pasien Positif Corona Meninggal di Jakarta
Daftar Lengkap Wilayah Sebaran Pasien Meninggal, Positif-Negatif Corona di Indonesia
Batasi Jam Besuk Karena Corona, Sejumlah Lapas di Jakarta Terapkan Video Call
Fakta Virus Corona Mudah Mati, Dokter Spesialis Mikrobiologi Beberkan Caranya
Ketua DPRD Ingatkan Bupati Bogor Tak Anggap Enteng Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini