Pemerintah Pakai Cara Ini Tutupi Kekurangan Pandemic Fund USD10 Miliar

Selasa, 29 November 2022 18:54 Reporter : Merdeka
Pemerintah Pakai Cara Ini Tutupi Kekurangan Pandemic Fund USD10 Miliar Rupiah. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Dana Pandemi atau Pandemic Fund yang diinisiasi Pemerintah RI saat KTT G20 masih kekurangan dana USD 10 miliar dari total kebutuhan USD 31,3 miliar.

Meski demikian, pemerintah tidak akan bersusah payah mendesak partisipasi negara lain untuk menyumbangkan dananya untuk Pandemic Fund. Menurutnya, banyak cara yang bisa diupayakan untuk menambal kekurangan dana tersebut.

"Kita masih butuhnya USD 10 miliar, tapi kan USD 10 miliar enggak semuanya kan (harus didapatkan). Sama kayak pengusaha kita butuh investasi bangun pabrik Rp 1 triliun, apa dari cash Rp 1 triliun? Enggak kan?" ujarnya dalam acara Wealth Wisdom di Pacific Place, Jakarta, Selasa (29/11).

Dia pun berkaca pada upayanya saat menjadi Direktur Utama PT Inalum (Persero) di 2018, dalam mencari dana tambahan untuk membeli mayoritas saham PT Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar.

"Saya beli Freeport USD 4 miliar, bagaimana mesti minta ke ibu Sri Mulyani? Saya bilang udah enggak usah, kita bankir, jadi udah kita pinjam dari pasar uang AS USD 4 miliar untuk beli perusahaan AS (Freeport) USD 4 miliar. Itu kan yang paling bagus, pinjam uang AS untuk beli perusahaan AS," paparnya.

Alhasil, pemerintah tidak perlu lagi meminta kesediaan negara lain untuk memenuhi dana Pandemic Fund. Pasalnya, saat putaran pertama pendanaan saja sudah bisa terkumpul USD 1,4 miliar dari 24 donatur, yang terdiri dari 21 negara dan 3 institusi pendonor.

"Intinya USD10 miliar itu enggak harus dipenuhi semua sama kita, paling kita butuh USD 2-3 miliar sudah cukup. First round saja kemarin udah USD 1,4 billion, sudah 24 institusi. Itu besar-besar sudah masuk dapet USD 1,4 miliar. Kalau jadi bankir ya bisa leverage 3-4 kali lah. Harusnya USD 5 miliar saja dapatkan," tutur dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 31 Maret 2024
Sektor Pariwisata Membaik, Ekonomi Kawasan 4 Negara Ini Mulai Pulih
Negara Berkembang Dinilai Lebih Cepat Pulih Dibanding Negara Maju
Hari Kesehatan Nasional 2022 Jadi Momentum Peralihan Menuju Endemi
Luhut Rayu Afrika Investasi ke RI: Kami Salah Satu Negara Tercepat Pulihkan Ekonomi
Jokowi: Transformasi Digital Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi Global

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini