Pemerintah Kirim Bantuan Pengungsi Nduga Senilai Rp740 Juta

Senin, 22 Juli 2019 16:49 Reporter : Kirom
Pemerintah Kirim Bantuan Pengungsi Nduga Senilai Rp740 Juta Mensos Agus Gumiwang Soal Pengungsi Nduga di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan, penyaluran bantuan tahap dua bagi korban pengungsian di Nduga, Papua akan dikirimkan dalam pekan ini. Penanganan pengungsi korban konflik di Kabupaten Nduga, harus melibatkan semua unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun TNI dan Polri.

"Kepastian pengiriman bantuan itu didapat setelah tim PSKBS melakukan koordinasi dengan aparat keamanan,dinas propinsi Papua dan dinas kabupaten Wamena. Selanjutnya tugas dinas kabupaten Wamena mendistribusikannya," kata Menteri Agus usai menghadiri kuliah umum peserta KKN Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (22/7).

Kemensos, lanjut dia, juga sangat berhati-hati dalam penanganan kasus pengungsi korban konflik di Nduga. "Karena sangat berbeda dengan penanganan pengungsi korban bencana alam yang terjadi di daerah lain. Dengan kerjasama semua unsur maka masalah yang dihadapi pengungsi dapat terselesaikan," jelas mensos.

Sementara Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, mengatakan bantuan terhadap pengungsi akibat konflik bersenjata di propinsi papua terdiri dari dua tahap dengan nilai Rp740.449.000.

"Tahap pertama yang telah disalurkan berupa sebanyak 50 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terdiri dari 10 ton lewat Jayapura, 10 ton ke distrik Mbua, distrik Yal, distrik Mbulmu Yalma dan 30 ton melalui Kabupaten Wamena. Bantuan ini telah diserahterimakan kepada pemda Kabupaten Nduga," terangnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sembako pada tahap pertama kepada pengungsi korban konflik Nduga. "Sembako tersebut terdiri dari mie instan sebanyak 1.680 karton, gula pasir sebanyak 9.520 Kg, minyak goreng 9.873 liter, garam 19.200 bungkus, ikan kaleng 9.550 bungkus, kopi 9.550 bungkus dan beras 50 Kg,” ucap Harry.

Harry menambahkan bantuan tahap II terdiri dari perlengkapan bermain sebanyak 250 paket, perlengkapan belajar anak sebanyak 250 paket, perlengkapan olahraga 30 paket, perlengkapan kebutuhan kelompok rentan (balita, lansia, kebutuhan khusus) sebanyak 850 paket.

"Semua bantuan tersebut saat ini sudah berada di gudang dinas sosial propinsi Papua dan siap diterbangkan ke Wamena," jelas dia.

Dia mengakui, saat ini pemerintah mengalami kendala dalam melakukan pendataan pengungsi akibat konflik di kabupaten Nduga. Kendala tersebut dikarenakan banyak dari mereka yang berada di rumah kerabatnya. "Banyak dari mereka yang tinggal di rumah kerabatnya di Wamena. Hal ini menyulitkan identifikasi mereka," jelas Harry.

Harry menambahkan berdasarkan laporan yang diberikan kodim 1702 Jayawijaya, disebutkan pengungsi di kabupaten tersebut sudah kembali ke rumah keluarga masing-masing.

"Di Kabupaten Jayawijaya sudah tidak ada lagi pengungsi. Dari laporan itu juga disebutkan tidak ada penghentian bantuan kepada pengungsian di Kabupaten Lanijaya. Pemkab Lanijaya terus menyalurkan bantuan logistik ke pengungsian di Nduga," kata dia. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini