Pemerintah Jokowi Target Angka Pengangguran Turun Jadi 4,8 Persen di 2018

Rabu, 9 Januari 2019 17:39 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Jokowi Target Angka Pengangguran Turun Jadi 4,8 Persen di 2018 Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Mahatmi Parwitasari Saronto menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun ini dapat kembali turun. Pihaknya mematok TPT di 2019 berada dikisaran 4,8 persen.

"Tahun 2019, diharapkan tingkat pengangguran terbuka turun dikisaran 4,8 persen hingga 5,2 persen," katanya saat ditemui di Graha Cimb Niaga, Jakarta, Rabu (9/1).

Mahatmi mengungkapkan, setiap tahun pemerintah Jokowi-JK terus melakukan upaya dan strategi untuk menekankan jumlah pengangguran. Terbukti sepanjang 2018, pemerintah telah menghadirkan 2,98 juta lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia. Sehingga TPT turun menjadi 5,34 pada Agustus 2018.

Dia mengakui, meski tingkat pengangguran berhasil ditekan oleh pemerintah, namun untuk TPT pada angkatan kerja muda usia 15 hingga 24 tahun masih lebih besar mencapai 19,68 persen dibanding dengan kelompok lainnya. Dengan demikian, dirinya berharap TPT usia produktif dapat berada dikisaran 5,2 persen.

Mahatmi menyebut, strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka tentunya dapat dilihat dari dua sisi. Pertama yakni melalui demand atau permintaan. Dalam hal ini lapangan pekerjaan harus memadai. "Dan lapangan kerja yang ingin diciptakan pemerintah adalah lapangan kerja baik. Lapangan kerja baik itu adalah lapangan kerja dengan upah yang cukup kemudian perlindungan yang cukup dan seterusnya," katanya.

Kemudian, sisi kedua adalah bagaimana pemerintah menyiapkan angkatan kerjanya. Caranya dengan program-program pelatihan berbasis vokasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Program ini adalah persiapan angkatan kerjanya. Tadi saya sudah sampaikan bahwa angkatan kerja yang masuk ke pasar kerja itu harus cerdas sekolahnya pintar terus kemudian harus sehat, tidak mungkin kita punya angkatan kerja sakit sakitan yang bisa produktif. Terus kemudian terakhir yang mempunyai keahlian," bebernya.

Lebih lanjut, upaya pemerintah dalam peningkatan lapangan kerja baru juga dinilai sudah berjalan baik. "Lapangan kerja baru sekarang ini pemerintah itu intinya adalah peningkatan investasi. Pemerintah masih berfokus di situ. Investasi yang banyak tentu saja diharapkan dapat menciptakan kesempatan kerja," pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018, tecatat jumlah pengangguran penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 70 juta lebih. Di mana tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen.

Kemudian ditinjau berdasarkan provinsi, Jawa Barat merupakan daerah dengan TPT tertinggi kedua di Indonesia dengan jumlah 8,17 persen. Sedangkan Banten masih menempati urutan pertama TPT tertinggi dengan jumlah 8,52 persen dari total pengangguran nasional. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini