Pemerintah janji pangkas waktu bongkar muat pelabuhan jadi 4,7 hari

Senin, 2 Maret 2015 18:11 Reporter : Saugy Riyandi
Pemerintah janji pangkas waktu bongkar muat pelabuhan jadi 4,7 hari Pelabuhan Tanjung priok. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berencana memangkas waktu bongkar muat di pelabuhan atau dwelling time menjadi 4,7 hari dari 8 hari. Pemangkasan tersebut akan terealisasi dalam waktu tiga bulan mendatang atau Juni 2015.

Kesepakatan tersebut didapat usai Menko Maritim Indroyono Soesilo menggelar rapat koordinasi dengan beberapa menteri dan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono.

"Jadi harapannya dwelling time bisa mencapai 4,7 hari. Sekarang ini masih sekitar 8 hari. Jadi kita coba turunkan," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo di kantornya, Jakarta, Senin (2/3).

Indroyono menegaskan solusi untuk memangkas dwelling time tersebut adalah dengan membagi 16 kementerian dan lembaga menjadi tiga kelompok, yaitu pre clearance custom (sebelum masuk bea cukai), clearance custom (saat di bea cukai), dan post clearance custom (pasca masuk bea cukai).

"Untuk pre clearance custom, ada yang kaitannya dengan perdagangan, BPOM, badan Karantina, mereka sepakat memiliki sasaran untuk pre clearance custom itu 2,7 hari," kata dia.

Sementara untuk custom clearance, kata dia, harapannya dapat dipangkas menjadi setengah hari. Sedangkan untuk post clearance custom menjadi sekitar satu setengah hari.

"Kami mendapat tugas dari bapak Presiden untuk mencoba turunkan dwelling time atau waktu bongkar muat dan sandar pelabuhan di Indonesia. Sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan Ombudsman," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini