Pemerintah ingatkan Pemda susun tata ruang dan pembangunan aman dari bencana

Jumat, 12 Oktober 2018 11:08 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan upaya mitigasi bencana dengan memetakan daerah rawan yang berpotensi terjadi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) ini secara rutin telah disampaikan kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda).

Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, menegaskan bahwa seluruh wilayah harus melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami. Penataan ruang hendaknya berbasis kebencanaan termasuk semua infrastruktur bangunan harus mempertimbangkan aspek kegempaan.

"Tentunya mitigasi ini adalah untuk mengurangi risiko bencana yang terjadi, dalam arti kita ujung-ujungnya mengurangi korban," kata Suhendar dalam acara geoseminar mengenai Informasi Geologi Sebagai Dasar untuk Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Terjadinya Gempa Bumi Palu, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/10).

Selain itu, Suhendar mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memeriksa dampak gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, serta mengumpulkan data-data teknis untuk rekomendasi langkah selanjutnya pembangunan di Kota Palu. Pihaknya telah berkoordinasi juga dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, BNPB, BMKG, dan Pemerintah Daerah.

Selanjutnya, Tim Badan Geologi akan diberangkatkan kembali untuk melakukan penyelidikan geologi dan memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali, dalam rangka menyiapkan rekomendasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca terjadinya gempa bumi Palu dan sekitarnya.

"Kita sudah harus berjalan ke hal yang lain jadi kita tidak mempermasalahkan lagi masalah kejadiannya seperti apa? dan sebagainya. Tapi ke depannya harus seperti apa Palu dan sekitarnya," kata Suhendar.

Dengan demikian, pemerintah berharap, Kota Palu yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah yang didesain sebagai pusat logistik terpadu dan industri pengolahan pertambangan di wilayah Sulawesi, dapat tumbuh dan dikembangkan kembali setelah gempa bumi ini.

Sebagaimana diketahui telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,4 pada tanggal 28 September 2018 lalu. Goncangan ini melanda daerah Kabupaten Donggala, Palu, Parigi dan Sigi, Sulawesi Tengah. Akibat kejadian ini ada sekitar ribuan korban yang meninggal dunia. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini