Pemerintah Incar Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Belanda Capai Rp520 Miliar

Selasa, 15 Oktober 2019 12:46 Reporter : Merdeka
Pemerintah Incar Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Belanda Capai Rp520 Miliar Ekspor Pajangan Rumah ke Eropa. ©2019 Liputan6.com/Tommy Kurnia Rony

Merdeka.com - Indonesia menindaklanjuti kerjasama dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) asal Belanda untuk menggenjot ekspor produk usaha kecil dan menengah ke Belanda. Lewat proyek ini, total potensi ekspor produk dekorasi rumah yang bisa diraup dalam lima tahun ke depan adalah Rp520 miliar.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward pun menandatangani MoU dengan Managing Director CBI Hans Obdeijin untuk menegaskan kerjasama tahun 2019-2024. Tujuannya juga untuk meningkatkan daya saing dan aspek tanggung jawab sosial dari pelaku UKM.

"Diharapkan UKM kita bisa naik kelas, karena nanti mereka dikenalkan bagaimana strategi masuk ke pasar Eropa, antara lain dilakukan melalui pelatihan, pendampingan dan mengikuti promosi dagang. Pelatihan tentunya bisa melihat tren pasar di sana dan sertifikasi yang harus dipenuhi, termasuk mereka juga diberi pengetahuan tentang e-commerce," ujar Dody di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (15/10).

Proyek dengan CBI ini berpotensi menambah kontribusi ekspor dekorasi rumah sebesar 2,5 juta euro atau Rp40 miliar. Secara total, ekspor dekorasi rumah bisa mencapai setengah triliun dalam lima tahun ke depan. "Sampai akhir proyek ada sekitar 32,5 juta euro atau setara dengan Rp520 miliar sampai nanti akhirnya," lanjut Dody.

MoU ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang telah ditandatangani di Den Haag pada 23 Juli 2019. Belanda memiliki market share terbesar bagi produk dekorasi rumah asal RI di Eropa, yakni 22,34 persen.

Belanda pun dipandang sebagai hub agar produk RI bisa beredar di negara Eropa lain seperti Jerman. Sejauh ini, CBI telah mendapat 11 UKM dekorasi rumah yang produknya diekspor ke Belanda.

Dody ingin jumlah partisipan terus bertambah dan tahun ini sudah ada 93 UKM yang nantinya akan melalui tahapan kurasi. Produk yang dipilih tak hanya yang murni kerajinan tangan, tetapi juga semi, dan termasuk furnitur kecil seperti stool (kursi pendek) namun skalanya tetap UKM.

"Pelaku ekspor kita khususnya dari sektor dekorasi rumah akan mendapat kesempatan untuk dibina secara langsung dari tenaga ahli CBI Belanda. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena bisa mendapat informasi lengkap dan terkini dari perspektif pembeli," ujar Dody.

Reporter: Tommy Kurnia Romy

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini