Pemerintah harap Trade Expo Indonesia ke-33 mampu tekan defisit transaksi berjalan

Rabu, 19 September 2018 14:29 Reporter : Merdeka
Pemerintah harap Trade Expo Indonesia ke-33 mampu tekan defisit transaksi berjalan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan kembali menggelar pameran dagang atau Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 pada 24-28 Oktober 2018. Pameran ini akan dimanfaatkan untuk mendorong produk-produk RI masuk ke banyak negara, seperti China, Jepang, Amerika Serikat (AS), India dan Singapura.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda menjelaskan, Kemendag melalui TEI, menargetkan nilai transaksi perdagangan sebesar USD 1,5 miliar, dengan jumlah visitor sebanyak 28 ribu pengunjung. Kemudian diikuti 1.110 exhibitor atau peserta yang ikut berkontribusi pada Pameran Dagang bertaraf internasional itu.

"Dengan CAD ini, tujuan kita ialah untuk meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan. Tugas kita memastikan 2 indikator yakni ekspor dan impor dapat positif supaya pertumbuhan ekonomi kita juga positif atau baik," ujarnya, Rabu (19/9).

"Tak hanya itu, kita coba balancing neraca perdagangan ini dengan mengontrol impor non-migas. Kita coba lihat ada tidak produk-produk lain yang bisa kita push untuk berkontribusi besar tingkatkan ekspor non-migas," tambah Arlinda.

Dalam rangka meningkatkan transaksi dagang dan mitra kerjasama oleh buyers internasional, Kemendag melakukan beberapa perbaikan pada TEI 2018 seperti memperluas zona kuliner untuk mitra prospektif dalam mengeksplorasi TEI 2018.

"Kelemahan kita tahun lalu zona kuliner itu cuma ada di hall 1, sekarang kita perpanjang dari hall 1 hingga hall 10. Jadi bagi mereka yang haus atau ingin makan tidak perlu balik lagi ke hall 1. Kami juga ingin genjot potensial produk RI di hall 9," papar Arlinda.

Selain itu, setiap hall TEI kini dilengkapi buyer service area untuk melayani kebutuhan para buyer di saat pameran tengah berlangsung. Dari sisi penjamuan atau hospitality, TEI 2018 akan menyediakan shuttle bus untuk mengakomodir pergerakan pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk terlayani secara optimal.

"Jadi kami maksimalkan dengan menjemput buyer dari bandara hingga ke hotel dengan shuttle bus. Di lokasi BSD pun demikian, kami akan fasilitasi dengan shuttle bus ini. Kita juga disupport oleh taksi online dan bluebird," ujar Project Director Debindo Budiarto Linggowiyono.

Sebagai informasi, TEI 2018 ini disponsori oleh 2 lembaga BUMN yaitu Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD-PKS) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dan ditunjuk PT Debindo Multi Adhiswasti sebagai Event Organizer (EO).

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini