Pemerintah Genjot Bansos Sembako & BLT Desa Kejar Target Entaskan 2 Juta Warga Miskin

Rabu, 13 Oktober 2021 17:06 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Genjot Bansos Sembako & BLT Desa Kejar Target Entaskan 2 Juta Warga Miskin Wapres Maruf Amin tinjau vaksinasi Covid-19 di RSKGM FKG UI Salemba. ©Setpwapres

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengakui, target penanggulangan 2 juta penduduk miskin ekstrem harus sudah dihilangkan pada 2021 bukan hal mudah. Sebab, waktu yang tersisa kurang dari 3 bulan.

"Untuk itu, pada 3 bulan terakhir 2021 ini kita akan menambahkan upaya khusus menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa," ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Prioritas Provinsi Maluku, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku, Rabu (13/10).

Selain itu, dia mengungkapkan penyaluran bantuan program penanggulangan kemiskinan masih belum berjalan optimal. Ini karena masih ada data rumah tangga miskin ekstrem yang tidak sesuai sehingga para penerima bantuan tidak tepat sasaran.

"Tantangan terbesar kita adalah bagaimana bantuan tersebut harus tepat sasaran," tegasnya.

Wapres menekankan, bahwa ada perbedaan data dalam menentukan jumlah masyarakat miskin ekstrem. Hal ini akan mempengaruhi distribusi pemberian bantuan.

"Sehubungan dengan itu, saya minta agar perbaikan data terus dilakukan, sehingga untuk pelaksanaan program-program pada tahun 2022 sampai tahun 2024, kita dapat menggunakan data rumah tangga miskin ekstrem yang lebih mutakhir dan akurat," pinta Wapres.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

pemerintah genjot bansos sembako & blt desa kejar target entaskan 2 juta warga miskin

Dalam rapat yang berlangsung lebih dari 2 jam tersebut, Wapres menyampaikan bahwa program penanggulangan kemiskinan ekstrem ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Presiden juga meminta agar program ini dapat diselesaikan hingga 2024.

Menurut data dari BPS yang bersumber pada SUSENAS Maret 2020, wilayah yang termasuk kemiskinan ekstrem berjumlah 35 kabupaten dari 7 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

Masing-masing provinsi terdapat 5 kabupaten prioritas yang merupakan kantong kemiskinan ekstrem. Adapun 5 kabupaten prioritas di Provinsi Maluku adalah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Seram Bagian Timur.

Gubernur Maluku, Murad Ismail memaparkan, penyebab permasalahan penduduk miskin adalah kemampuan fiskal daerah yang rendah, konektivitas antar wilayah yang sulit, dan pendapatan masyarakat yang rendah.

Murad mengungkapkan, telah dilakukan berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut di antaranya, bantuan kartu maluku cerdas dan beasiswa untuk pelajar miskin, kartu maluku sehat, potong pele stunting, pemberdayaan UMKM dan pembangunan prasarana.

"Kami juga telah membuat inovasi dengan membangun 'Rumah Basudara Sejahtera' dan 'Manggurebe Bangun Desa'," jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Menyediakan Listrik untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Maluku
Diguyur Hujan, Rumah di Pondok Aren Ditinggali 12 Orang Roboh
Bertolak ke Ambon, Wapres Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Capai 362 Ribu Jiwa
Utang Negara Miskin Naik 12 Persen Akibat Covid-19, Tembus USD 860 Miliar
Curhat Pamdal DPRD Kota Serang: Digaji Rp1,5 Juta, Seragam Bayar Sendiri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini