Pemerintah dorong investasi di sektor manufaktur

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Rabu, 30 Januari 2013 15:18
Pemerintah dorong investasi di sektor manufaktur
tambang. shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah tidak mengkhawatirkan membaiknya ekonomi China maupun India akan mengerem kinerja investasi. Indonesia sampai saat ini masih bergantung pada investor dari negara tradisional seperti Amerika dan negara besar lain.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanPelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan potensi investasi di Indonesia masih sangat besar. Sebab pasar Indonesia belum jenuh dan masih bisa dieksplorasi.

"Jadi menurut saya masih tetap kuat," ujarnya saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (30/1).

Investasi, akan semakin kuat seiring komitmen pemerintah untuk melakukan proses hilirisasi. Investasi akan diarahkan pada sektor manufaktur untuk semakin di akselerasi.

"Pokoknya kalau bisa sebanyak mungkin manufaktur harus ada di Indonesia. Manufaktur yang kuat adalah manufaktur yang basisnya sumber daya alam," katanya.

Pemerintah merasa penguatan sektor ini dapat mencegah Indonesia menjadi negara middle income trap seiring bertumbuhnya perekonomian. Hal ini telah sukses di negara Korea Selatan dan pemerintah belajar dari negara ginseng tersebut.

"Kalau Korea Selatan kan kelebihannya selain menggerakkan investasi, sektor manufakturnya diperkuat. Jadi impornya juga bisa dikurangi," jelasnya. Tahun ini, tambahnya, sektor investasi akan melewati sektor konsumsi sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi.

[arr]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Kemenkeu

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE