Pemerintah Dinilai Masih Dilema Atasi Virus Corona dan Selamatkan Ekonomi

Senin, 16 Maret 2020 12:25 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Dinilai Masih Dilema Atasi Virus Corona dan Selamatkan Ekonomi Lalu lintas lengang di Jalan Rasuna Said. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pemerintah seharusnya melakukan lockdown, mengingat perkembangan virus corona atau covid-19 dianggap mengkhawatirkan. Sementara itu, pemerintah terlihat ragu dalam mengambil tindakan mengatasi virus ini.

"Pemerintah seakan dihadapkan pada dilema antara upaya yang benar-benar fokus mengatasi virus corona dengan upaya menyelamatkan perekonomian," kata Pieter kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (16/3).

Dia mempertanyakan beberapa kebijakan stimulus yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk membantu dunia usaha, apakah pemerintah sudah mempersiapkan kebijakan untuk kondisi terburuk. Dia menilai selama ini pemerintah masih terlihat tanggung dalam menangani virus corona.

Dia khawatir dengan penanganan serba tanggung ini bakal menimbulkan ledakan korban virus corona. "Yang pada ujungnya akan memaksa pemerintah mau tidak mau melakukan lockdown atau isolasi," imbuhnya.

Menurutnya, kondisi terburuk ini bakal terjadi jika penanganan covid-19 dilakukan tanpa perencanaan matang, serta ketika jumlah korban sudah tidak tertanggulangi. Maka, proses penanganannya akan jauh lebih lama dan dampak negatifnya terhadap perekonomian justru akan jauh lebih besar.

Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia bakal mengalami krisis ekonomi seperti yang pernah dialami pada 1998. Namun hal ini masih bisa diantisipasi dengan persiapan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

1 dari 1 halaman

Sayangnya, sejauh ini pemerintah Indonesia belum bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat. "Pemerintah terlihat tidak punya persiapan untuk kondisi yang terburuk," ujarnya.

Untuk itu, sebaiknya pemerintah mempersiapkan rencana yang komprehensif dalam mengatasi virus corona. Harus ada plan A, plan B hingga perencanaan apabila kondisi terburuk terjadi.

Sebab, sejauh ini Pieter melihat kebijakan yang diambil pemerintah tanpa perencanaan detail. Misalnya imbauan untuk mengurangi aktivitas manusia. Faktanya, masih banyak instansi pemerintah dan perusahaan yang masih buka kantor.

Lalu kendaraan umum massal dikurangi. Akibatnya terjadi antrian panjang di hampir semua kendaraan publik. "Ini benar-benar tidak terencana dengan baik," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Dibanding Stimulus Ekonomi, Pemerintah Disarankan Segera Terapkan Lockdown
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Hanya 4,5 Persen Imbas Virus Corona
Kepanikan Masyarakat Soal Virus Corona Dinilai Bikin Ekonomi RI Turun
Ada Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi di Bawah 5 Persen
Ada Virus Corona, Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh 2,7 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini