Pemerintah Dinilai Lamban Dalam Menetapkan Aturan Sertifikasi Halal

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:00 Reporter : Merdeka
Pemerintah Dinilai Lamban Dalam Menetapkan Aturan Sertifikasi Halal ledia hanifa pks. ©2018 Merdeka.com/humas PKS

Merdeka.com - Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa, menyebut lambatnya respons pemerintah terkait sertifikasi halal berimplikasi pada kerumitan di masa sekarang. Dia menjabarkan RUU mengenai sertifikasi produk halal ini digagas pada 2006 dan baru ditetapkan pada 2013 sebagai Undang-undang.

"Hulunya adalah bagaimana memberikan jaminan produk halal bagi seluruh rakyat indonesia terutama bagi yang muslim. Itu yang menjadi hal paling penting. Sehingga yang pertama harus dilakukan adalah sosialisasi, itu kewajibannya ada di Kementerian Agama, tapi itu tidak dilakukan," kata Ledia dalam diskusi daring, sabtu (8/8).

Kedua, lanjut dia, ketika UU tersebut sudah ada, Pemerintah juga lambat dalam implementasinya. Menurutnya, dalam tempo 2 tahun seharusnya Peraturan Pemerintah terkait sertifikasi produk halal ini sudah ada. "PP 31 itu baru tahun 2019, 5 tahun (dari ditetapkannya UU pada 2013) baru keluar, padahal ini kan sangat berkaitan," imbuh dia.

"Kalau mau diterapkan 5 tahun sejak Undang-Undang ditetapkan maka harus ditarik mundur, kan logikanya begitu. Tapi kenyataannya baru terjadi di 2019. Gimana tidak kusut coba?."

Ledia mengatakan, andai pemerintah dengan cepat merespon, maka penentuan tarifnya juga akan cepat rampung. "Orang PP nya baru ada, baru ngomongin tarif, tidak bisa kebayang Pak Adhi (ketua GAPMMI) dan kawan-kawan juga rumit bener. Sementara kita menginginkan agar usaha itu bisa berjalan dengan baik apalagi yang ultra mikro," beber Ledia.

Menyinggung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ledia menyebutkan, MUI sebagai auditor lama seharusnya bisa bersinergi. "Kalau mau mengenalkan sistem yang baru, ya tinggal diperkenalkan karena auditor halal yang sudah bekerja, mereka sudah punya pengalaman. Kalau yang baru, mereka baru lulus bagaimana mau audit," kata Ledia.

Baca Selanjutnya: Wajib Sertifikasi Halal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini