Pemerintah Dinilai Gagal Optimalkan Utang untuk Penyelamatan Ekonomi Saat Pandemi

Jumat, 19 Februari 2021 11:59 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Dinilai Gagal Optimalkan Utang untuk Penyelamatan Ekonomi Saat Pandemi Gedung DPR. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperlebar defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) sebesar 0,2 persen pada 2021. Dengan pelebaran tersebut maka defisit 2021 menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 5,5 persen.

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menilai, bahwa defisit APBN akan semakin lebar sebagai akibat dari ekspansi fiskal untuk menyelamatkan perekonomian di saat pandemi. Hal ini terlihat dengan adanya pelebaran defisit fiskal dari 2,2 persen pada 2019, menjadi 6,3 persen pada 2020.

"Diperkirakan masih akan defisit sebesar 5,7 persen di 2021. Tetap perlu kehati-hatian dalam melaksanakan kebijakan defisit ini," kata Anis di Jakarta, Jumat (19/2).

Meski begitu defisit merupakan langkah normal di saat resesi. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun turut memberikan catatannya terkait sebagian besar defisit APBN yang dibiayai utang. Menurutnya semakin lebar defisit, semakin besar juga utang.

"Untuk memaksimalkan pertumbuhan, tentu utang harus digunakan. Tetapi yang sering terjadi adalah pemerintah justru gagal membelanjakan uang," paparnya.

Dia mengungkapkan pelebaran defisit ini disebabkan oleh tingginya anggaran Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN). Akan tetapi, data terakhir menunjukkan bahwa realisasi anggaran PEN hingga akhir 2020 belum maksimal, hanya sebesar 83 persen.

"Hal ini tentu merugikan, karena utang yang sudah ditarik pemerintah, gagal dimanfaatkan untuk penyelamatan ekonomi nasional," ujar legislator dapil DKI Jakarta I itu.

Sorotan lainnya terkait primary balance Indonesia yang dalam beberapa tahun ini selalu tercatat negatif. Ketika primary balance negatif artinya pemerintah sedang menjalankan kebijakan gali lubang tutup lubang.

"Pemerintah menerbitkan utang baru untuk membayar utang yang lama. Hal ini tentu bukan pertanda baik untuk keberlangsungan fiskal Indonesia," tegas Anis.

Baca Selanjutnya: Utang Pemerintah Naik Menjadi Rp...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini